Pemerintah Desa Ketegan

Mengutamakan Pelayanan Masyarakat

KIM SWARA KETEGAN

Sekretariat KIM SWARA KETEGAN

JUARA 1

KIM Swara Ketegan, KIM Tereksis di Media Sosial Instagram dan Facebook

LAWAN COVID-19

Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19

PANITIA PENJARINGAN PERANGKAT DESA

Kaur Perencanaan Desa Ketegan Tahun 2021

Tampilkan postingan dengan label BIMTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIMTEK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 September 2021

Masuki Hari Kedua Sosialisai DBHCHT Gelombang 5, Dilanjutkan Dengan Pelatihan Teknik Reportase dan Wawancara

 

 Mbak Inov menyampaikan paparannya tentang teknik reportase

Prigen - Memasuki hari kedua sosialisasi DBHCHT gelombang 5 di Tanjung Plaza Hotel dilanjutkan dengan pelatihan teknik reportase dan wawancara dengan narasumber Sofia Yuniarti atau lebih dikenal dengan panggilan mbak Inov Alexa. Mbak Inov adalah salah satu penyiar radio Suara Pasuruan yang sudah berkecimpung dalam dunia jurnalistik selama kurang lebih 12 tahun. Dalam acara tersebut mbak Inov menjelaskan tentang pengertian, tahapan, serta teknik dalam melakukan reportase ataupun wawancara. Acara tersebut dihadiri oleh anggota KIM sebanyak 50 orang dimana mereka merupakan perwakilan dari desa-desa se-Kabupaten Pasuruan. Mbak Inov menuturkan bahwa baru kali ini antusiasme kehadiran dari para peserta KIM sangat luar biasa daripada gelombang sebelumnya.

Dalam acara tersebut, mbak Inov menjelaskan bahwa reportase dilakukan dengan 3 tahap yaitu observasi yakni dengan mendatangi lokasi kejadian, mengamati, serta mengumpulkan data secara langsung. Tahap yang kedua yaitu wawancara yakni dengam bertanya kepada narasumber (pengamat, pelaku atau saksi), tahap yamg ketiga yaitu riset data yang terdiri dari riset data meja dan riset data lapangan.

Selain itu, mbak Inov juga membagikan beberapa tips kepada para anggota KIM tentang cara mengatasi grogi saat melakukan public speaking menurit  versinya, yaitu berdoa, menguasai materi yang akan disampaikan, percaya diri,menguasai audience dan yang terakhir diserahkan kembali kepada Tuhan.

Dalam tahap akhir acara tersebut, selain penyampaian materi yang menarik, anggota KIM diberi kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung kegiatan reportase. Diawali dengan pembentukan 5 kelompok, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok masing-masing untuk bekerja sama membuat daftar peetanyaan dan menunjuk 1 perwakilan kelompok untuk bersedia menjadi reporter.

Adapun yang menjadi narasumbernya ialah anggota dewan dari KOMINFO Kabupaten Pasuruan selaku panitia penyelenggara kegiatan sosialisasi tersebut. Sedangkan yang menjadi penyiar radionya mbak Inov bersama dengan Bapak Hadi. Setelah perwakilan tiap kelompok tampil, mereka mendapatkan apresiasi dari sang narasumber tentunya. Para anggota KIM pun sangat berantusias sekali dengan diberikannya kesempatan tersebut. (Fiky)

Share:

Sosialisasi Ketentuan Perundang - Undangan di Bidang Cukai Kepada Masyarakat Bagi KIM se-Kabupaten Pasuruan Gelombang 5

Ibu Mariyati selaku Kabid Komunikasi Publik membuka Sosialisasi DBHCHT Gelombang 5

Prigen - Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan telah mengadakan Sosialisasi Ketentuan Perundang-undangan di Bidang Cukai yang ditujukan kepada masyarakat khususnya KIM se-kabupaten Pasuruan Gelombang 5 yang bertempat di Tanjung Plaza Hotel. Senin (27/09/2021)

Kepala Bidang  Komunikasi Publik Dinas Kominfo, Mariyati menyampaikan bahwa DBHCHT dipungut dari cukai rokok, yang mana sosialisasi ini menekankan terhadap cukai dan rokok ilegal dengan tujuan para pelaku (pengedar atau pemakai) rokok ilegal dapat mengetahui hal buruk yang sewaktu-waktu dapat menimpa dirinya.

Biro Perekonomian Setda Jawa Timur, Shoviatus Solihah menyampaikan bahwa Cukai hasil tembakau terdiri dari 3 macam, diantaranya, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), Etil Alkohol (EA), dan Hasil Tembakau (HT). Dari ketiga cukai tersebut yang dananya dibagikan hanyalah cukai Hasil Tembakau yakni rokok. 

Dalam upaya memberikan kepastian hukum dan keadilan maka terbitlah UU No. 39 Tahun 2007 Perubahan Atas UU No.11 Tahun 1995 tentang Cukai yang mana mengatur hal baru diantaranya mengenai dana bagi hasil (DBH) dari cukai hasil tembakau (CHT) kepada pemda penghasil CHT Pasal 66A-66D.  Cukai yang dihasilkan oleh negara dibagi hasil 2% ke daerah, tetapi tidak semua provinsi menerima cukai tersebut dikarenakan tidak memiliki pabrik rokok atau penghasil tembakau.

"Terdapat ± 1000 pabrik rokok di Jawa Timur tetapi untuk saat ini berkurang menjadi 546 pabrik rokok, meskipun mengalami pengurangan yang cukup signifikan tidak mempengaruhi pengurangan bea cukai, mengapa?? karena harga rokok terutama golongan I (Djarum, Sampoerna dll) semakin naik, jadi hilangnya pabrik rokok tidak memberi pengaruh terhadap cukai rokok," tutur Shoviatus. (Sinta)

Share:

Selasa, 14 September 2021

Sosialisasi Ketentuan Di Bidang Cukai Wilayah Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2021

Joko Wurianto, Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai

Prigen - Setelah di hari pertama melakukan kegiatan pemantapan dan pembimbingan tentang pengarahan pembuatan penulisan berita features dengan penuh semangat dan antusias yang tinggi.

Selanjutnya di hari kedua sosialisasi ketentuan di bidang cukai di wilayah Kabupaten Pasuruan tahun anggaran 2021 dengan narasumber  Joko Wurianto dari Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai. Sosialisasi diikuti 50 anggota KIM gelombang I yang bertempat di Lobby Hall Tanjung Plaza Hotel. Selasa (14/09/2021)

Dalam pemaparannya Kepala Seksi  Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai, Joko Wurianto menjelaskan peran-peran  yang di lakukan bea cukai dalam memungut penerimaan negara dan menfasilitasi perdagangan masyarakat. Bea cukai juga memberikan dukungan dan melindungi industri dalam negeri. Setiap barang yang akan diedarkan oleh perusahaan pabrik semua barang harus lulus uji pemeriksaan  dari bea cuka karena tugas bea cukai juga melindungi seluruh masyarakat dengan aman, bea cukai tidak segan-segan memberikan hukuman berat apabia ada orang yang melakukan tindakan ilegal yang akan merusak masyarakat. Misalnya rokok, sebelum di edarkan rokok ini harus lulus di uji pemeriksaan, lalu setelah melalui uji pemeriksaan lalu di berikan pita cukai yang sesuai dengan ketentuan rokoknya.

Di akhir pemaparannya, Joko Wurianto menyampaikan pesan supaya jangan memproduksi, mengedar dan mengkomsumsi rokok ilegal karna dalam merusak tatanan negara dan masyarakat, bea cukai akan terus melakukan upaya terbaik dalam birokrasi dan kerjasama dengan berbagai sector demi tetap melindungi masyarakat. (Firdaus)

Share:

Eksis di Media Sosial, KIM Swara Ketegan Raih Penghargaan Peringkat Pertama KIM Teraktif di Media Sosial

KIM Teraktif di Media Sosial

Prigen - Eksistensi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di media sosial sudah tidak diragukan lagi. Di era digital seperti sekarang ini media sosial menjadi platform utama dalam mempromosikan dan menginformasikan setiap kegiatan dan potensi desa. Untuk mengapresiasi eksistensi KIM, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kominfo memberikan penghargaan kepada KIM yang aktif di media sosial disela-sela pembukaan Sosialisasi DBHCHT gelombang I yang bertempat di Lobby Hall Tanjung Plaza Hotel. Senin (13/09/2021)

Dalam sambutannya Kepala Bidang Komunikasi Publik, Mariati menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan untuk memberikan semangat lebih bagi KIM yang sudah aktif dan memberikan motivasi untuk KIM yang lain untuk bisa berkembang lebih baik lagi.

"Penghargaan ini diberikan sebagai pelecut semangat bagi KIM yang sudah aktif dan motivasi bagi KIM yang lain untuk lebih meningkatkan efektifitas KIM untuk lebih berkembang lagi," ungkapnya

 

 KIM teraktif di Website/Blog

Penghargaan diberikan langsung oleh Ibu Kabid dengan dua kategori, yaitu KIM teraktif di media sosial dan KIM teraktif di website/blog. KIM teraktif di media sosial, peringkat pertama diraih KIM Swara Ketegan, Ketegan, Rejoso; peringkat kedua KIM Merah Putih, Sidowayah, Beji; peringkat ketiga KIM Prodo Makmur, Prodo, Winongan; peringkat keempat KIM Indrokilo, Dayurejo, Prigen; dan peringkat kelima KIM Setia Kawan, lajuk, Gondanwetan. 

Sedangkan untuk KIM teraktif di website/blog, peringkat pertama diraih KIM Merah Putih, Sidowayah, Beji; peringkat kedua KIM Indrokilo, Dayurejo, Prigen; peringkat ketiga KIM Prodo Makmur, Prodo, Winongan; peringkat keempat KIM Pelangi, Klampisrejo, Kraton; dan peringkat kelima KIM Sejati, Jatigunting, Wonorejo. (Asrul)

Share:

Sempat Tertunda, Sosialisasi DBHCHT Bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Gelombang I Resmi Dibuka

 

Sosialisasi Perundang-undangan dibidang cukai Gelombang I

Prigen - Karena adanya PPKM kegiatan-kegiatan di luar rumah sulit untuk diadakan, salah satunya adalah kegiatan sosialisasi ketentuan perundang-undangan dibidang cukai  bagi kelompok informasi masyarakat (KIM) setelah  sempat diundur akhirnya kegiatan boleh di lakukan tetapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan yang bertempat di Tanjung Plaza Hotel ini diikuti oleh KIM Se-Kabupaten Pasuruan secara bergelombang dari gelombang 1-20 dengan materi yang berbeda-beda setiap gelombangnya. Senin (13/09/2021)

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan, Syaifuddin Ahmad mengatakan bahwa dalam membentuk mindset Kelompok Informasi Masyarat (KIM) sebagai agen informasi milenial yang terampil dalam memanfaatkan internet sebagai media informasi dan promosi potensi desa diperlukan pembinaan dan arahan yang benar. Salah satunya dengan menguatkan sistem kelembagaan, pelatihan dan bimbingan dalam pembuatan informasi untuk disajikan ke pembaca dengan baik dan benar.

 

Kadis Kominfo menyampaikan paparannya tentang KIM

Dalam upaya untuk mendukung kegiatan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di desa Dinas Kominfo juga bersinergi dengan Pemerintah Desa. Salah satunya yaitu dengan memberikan sedikit anggaran dana dan mendukung kegiatan KIM di desa yang nantinya diharapkan dapat membantu meningkatkan promosi potensi desa. Semoga anggota KIM lebih semangat dalam menjalankan perannya sebagai garda depan informasi desa bagi masyarakat.

Akhirnya usaha yang selama ini di tekuni menjadi hasil yang membanggakan, banyak prestasi KIM dari Kabupaten Pasuruan yang telah mengikuti  pelatihan dan event-event di tingkat kabupaten dan provinsi, penuh haru dan membanggakan pastinya akan prestasi yang digapainya. (Firdaus)

Share:

Rabu, 16 Juni 2021

Bimbingan Teknis Video Kreatif Usaha Ekonomi Pedesaan Bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)

 

Sambutan Ibu Mariati selaku Kabid Komunikasi Publik

Pasuruan - Dalam rangka meningkatkan peran KIM dalam mengangkat potensi desa, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  menyelenggarakan bimbingan teknis video kreatif usaha ekonomi desa. Bimtek yang dihadiri oleh KIM se-Kabupaten Pasuruan dengan narasumber Achmad Fatchur Rozaq ini bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Hayam Wuruk Pasuruan. Rabu (16/06/2021)

Dalam sambutannya Kepala Bidang Komunikasi Publik, Mariyati menyampaikan tentang pelatihan KIM di tahun 2021 akan diselenggarakan sebanyak dua kali sedangkan selebihnya akan menggunakan dana DBHCHT yang dimulai senin depan.

"Kegiatan bimbingan teknis KIM yang menggunakan dana DAU akan diselenggarakan sebanyak dua kali di tahun 2021 ini, selebihnya akan menggunakan dana DBHCHT yang akan dimulai senin depan dengan harapan semoga KIM di Kabupaten Pasuruan semakin solid dan mendapatkan support anggaran dari Dana Desa," ungkapnya

Dalam pemaparannya Staf Bidang Data Informasi Publik, Fatchur Rozaq menyampaikan bahwa dalam teknis pembuatan film dokumenter harus mempunyai alur yang jelas sehingga pesan yang tersampaikan dapat dipahami oleh penontonnya.

"Dalam teknis pembuatan film dokumenter potensi desa harus ada alur yang jelas sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami, tak hanya sekedar mengambil gambar tanpa memperhatikan konsep yang ada," ucap Rozaq

 

Share:

Jumat, 28 Agustus 2020

Adaptasi Kebiasaan Baru, Kominfo Jatim Gelar Web Seminar KIM Se-Provinsi Jawa Timur


Kominfo Jatim - Memasuki adaptasi baru Kominfo Jawa Timur menggelar Web Seminar KIM Se-Provinsi Jawa Timur. Acara yang digelar melalui platform Zoom dan live streaming Youtube ini diikuti 180 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jawa Timur. Kamis (27/08/2020)

Acara yang juga dihadiri Narasumber Widodo Muktiyo Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Daeng M. Faqih Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dewi Nur Aisyah Tim Pakar Satgas Covid-19.

Dalam pemaparannya Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Widodo Muktiyo menyampaikan apresiasi kepada KIM dalam menghadapi Covid-19 dan menjadi pilar penting mensukseskan desiminasi informasi sebagai literasi media sosial.
 
"Saya sangat mengapresiasi KIM yang sudah berpartisipasi dengan menunjukkan adanya kesadaran kita bersama dalam melawan covid-19, KIM juga menjadi pilar penting untuk mensukseskan desiminasi informasi  dan literasi media sosial," papar Widodo
 
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih menambahkan perlunya menerapkan protokol kesehatan selama vaksin belum ditemukan.
 
"Covid-19 setiap hari semakin bertambah banyak, KIM yang menjadi influencer diharapkan bisa mencegah penyebaran covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan selama vaksin belum ditemukan," tambah Daeng
 
Tim Pakar Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengapresiasi KIM dan masyarakat untuk selalu jaga kesehatan, daya tahan tubuh dan bergotong royong mencegah penyebaran Covid-19.
 
"Saya mengapresiasi KIM dan masyarakat untuk selalu jaga kesehatan, daya tahan tubuh dan bergotong royong serta saling menjaga adalah kunci kesuksesan mencegah penyebaran Covid-19," terang Dewi Nur Aisyah
 
Diakhir sesi acara, sesi tanya jawab diberikan kepada 6 penanya dengan 3 penanya terbaik mendapatkan reward dari Kominfo Jatim. Selain itu diadakan meme chalenge dengan tema "Maskerku Lindungimu, Maskermu Lindungi Aku" dengan 3 terbaik mendapat reward dari Kominfo Jatim. Diakhir acara juga dilakukan foto bersama dengan peserta seminar.
Share:

Jumat, 08 November 2019

Workshop Bakorwil III Malang East Java Super Corridor (EJSC) Bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pasuruan

Workshop East Java Super Corridor (EJSC) di Hotel Horison Pasuruan


Pasuruan - Dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan ekonomi Jawa Timur Bakorwil III Malang  menggelar Workshop East Java Super Corridor (EJSC) bertemakan infografis yang informatif dan solutif. Workshop yang dihadiri Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten dan Kota Pasuruan ini bertempat di Hotel Horison - Pasuruan. Kamis (07/11/2019)

Dalam sambutannya Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi Bakorwil III Malang, Fendy Agung Nugroho menyampaikan sambutan Kepala Bakorwil III Malang tentang pentingnya East Java Super Corridor  (EJSC) sebagai implementasi dari program unggulan Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur atau yang biasa disebut Nawa Bhakti Satya.

"Saya mewakili Kepala Bakorwil III Malang yang tidak bisa hadir karena ada kunjungan ke Jepang, beliau menyampaikan bahwasanya East Java Super Corridor adalah implementasi dari program unggulan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah - Emil yaitu Nawa Bhakti Satya. Beliau berharap dengan workshop ini kemampuan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bisa berkembang dan bersaing terutama dibidang pemasaran digital", ujar Fendy membacakan sambutan Kepala Bakorwil III Malang.

Ibu Kabid Tri Krisni Astuti dalam sambutannya di East Java Super Corridor (ESJC)

Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti menambahkan tentang pentingnya workshop infografis bagi  Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai media penyampaian informasi dan potensi di daerah masing-masing.

"Dengan adanya workshop ini Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dapat membuat sendiri infografis yang efektif dalam menyampaikan informasi dan dapat dipahami sehingga bisa mempromosikan potensi yang ada di masyarakat", ucap Tri Krisni.

Narasumber yang dihadirkan di workshop kali ini Ahyari Hananto dari Milenial Job Center (MJC) yang merupakan founder MJC. Dalam pemaparannya mengatakan MJC dibentuk dilatar belakangi bangiktnya ekonomi digital sebagai wadah untuk pekerjaan milenial yang diharapkan dapat berkembang dan memiliki daya saing tinggi dengan memanfaatkan media social yang ada.

Narasumber kedua Juang Nugraha yang memberikan materi tentang infografis menjelaskan bahwa dalam pembuatan desain infografis harus memperhatikan tentang beberapa hal termasuk font, warna, desain yang sesuai dengan penyampaian informasi. Peserta workshop juga diajarkan tentang pembuatan infografis dengan menggunakan aplikasi Photoshop.





Share:

Kamis, 31 Oktober 2019

Memasuki Tahapan Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa, Pemerintah Kecamatan Rejoso Gelar Pembinaan LPM



Rejoso - Dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan desa, Pemerintah Kecamatan Rejoso mengadakan pembinaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Pembinaan yang dihadiri oleh Forkopimka Kec. Rejoso, Pendamping Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Desa, Sekretaris Desa, dan Kaur Perencanaan se-Kecamatan Rejoso yang bertempat di Pendopo Kecamatan Rejoso. Rabu (30/10/2019)

Narasumber yang dihadirkan Achmad Hadi selaku Sekretaris Camat Tutur yang dulu pernah menjabat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan dan Muflich selaku Koordinator Pendamping Desa Kabupaten Pasuruan.

Dalam sambutannya Camat Rejoso, Komari menyampaikan pentingnya LPM sebagai mitra Pemerintah Desa dalam pembangunan di desa.

"LPM sebagai mitra pemerintah desa mempunyai peranan penting dalam pembangunan desa sesuai dengan tugas dan bidangnya masing-masing. Jadi saya harapkan LPM bersama pemerintah desa bisa mengawal pembangunan desa baik dalam bidang infrastruktur atau pemberdayaan dan BPD sebagai lembaga pengawasan", ucap Komari. 

Dalam Pemaparannya Sekretaris Camat Tutur, Achmad Hadi memaparkan sejarah terbentuknya LPM dan peranannya dalam pembangunan di desa.

"LPM yang awalnya bernama Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) dulu sangat penting peranannya di desa, sampai setiap tahunnya dilombakan saat bulan bhakti gotong royong. Untuk saat ini peranannya agak sedikit berkurang karena mungkin tidak ada insentif atau tunjangan bahkan operasionalnya pun tidak ada tergantung kebijakan desa masing-masing", papar Achmad Hadi.

Kordinator Pendamping Desa Kabupaten Pasuruan, Muflich menambahkan tentang hal-hal yang menjadi kunci kesuksesan dalam pembangunan desa.

"Ada 3 hal yang menjadi kunci kesuksesan dalam pembangunan desa, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan Penatausahaan. Perencanaan terdiri dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Pelaksanaan harus sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa). Penatausahaan terdiri dari Laporan Kegiatan Pertanggung Jawaban Kepala Desa (LKPJ) dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD)", jelas Muflich. 



Share:

Rabu, 04 September 2019

Tingkatkan Pelayanan Administrasi Kependudukan, Dispendukcapil Gelar Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil



Dalam rangka meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan mengadakan Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Acara yang bertempat di Gedung Pertemuan Dinas Perkim ini dihadiri oleh Petugas Registran Desa dan Kelurahan di Kabupaten Pasuruan. Selasa (03/09/2019)

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko mengatakan tentang perbaikan dan peningkatan pelayanan di Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan dalam melayani masyarakat.

"Kami dari Dispendukcapil berusaha semaksimal mungkin memperbaiki pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan agar lebih baik lagi, pelayanan yang semula dipusatkan di UPT akan dialihkan ke tiap-tiap Kecamatan sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke UPT atau ke kantor Dispendukcapil di Raci, untuk masalah E-KTP kami masih belum maksimal karena terkendala blanko dari pusat", tegas Yudha

Sosialisasi ini sendiri dibagi menjadi  3 gelombang dari 341 Desa dan 24 Kelurahan di Kabupaten Pasuruan yang dimulai dari 3 September 2019. Diharapkan Petugas Registran sebagai ujung tombak di Desa dapat memahami persyaratan pendaftaran penduduk yang sesuai dengan Perpres No. 96 Tahun 2018 dan mensosialisasikan kepada masyarakat.
Share:

Kamis, 29 Agustus 2019

Jelang Jatim Kominfo Festival 2019, Bakorwil III Malang Gelar Rapat Monev


Dalam rangka mensukseskan Jatim Kominfo Festival atau yang lebih dikenal dengan Pekan KIM Jatim bulan Oktober mendatang, Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang menggelar rapat yang dihadiri Pembina dan Pengurus KIM diseluruh wilayah kerja Bakorwil Malang. Acara yang bertajuk Rapat Sinkronisasi, Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Se wilayah Kerja Bakorwil III Malang bertempat di Gedung Arjuno, Kantor Bakorwil III Malang. Rabu (28/08/2019)

Dalam pembukaan rapat Kabid Pemerintahan Bakorwil III Malang, Fendy Agung Nugroho menyampaikan tentang dukungan sepenuhnya kepada Kabupaten Pasuruan dan Kota Surabaya yang lolos ke final Lomba Cerdas Cermat Komunikatif (LCCK) di Magetan 1-4 Oktober mendatang dengan harapan bisa menjadi terbaik.

"Kami dari Bakorwil Malang mendukung sepenuhnya kepada Kabupaten Pasuruan dan Kota Surabaya yang lolos final LCCK tahun ini dan kami berharap Bakorwil Malang menjadi yang terbaik dari Bakorwil lain", tegasnya.

Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Danu Ardhiarso mengungkapkan tentang Pekan KIM Jatim tahun 2019 yang berlabel Jatim Kominfo Festival di Magetan 1-4 Oktober 2019 yang menjadi ajang final LCCK tingkat provinsi.

"Pekan KIM tahun ini berlabel Jatim Kominfo Festival yang juga menjadi ajang Final LCCK berlangsung di Magetan pada tanggal 1-4 Oktober, nantinya bermodel Camping tapi jangan salah meskipun menggunakan tenda tempat tidurnya menggunakan spring bed", ungkapnya diikuti tawa peserta rapat.

Narasumber dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIK) Surabaya yang juga juri LCCK, Zainal Arifin memaparkan tentang pentingnya meningkatkan pegiat KIM agar lebih obyektif dengan informasi yang berasal dari warga sesuai sudut pandang warga.

"Pegiat KIM harus lebih obyektif dalam mencari informasi yang berasal dari warga sesuai sudut pandang warga dan menjadikan berita baik sebagai berita yang baik bukan sebaliknya. Informasi yang disampaikan mudah dipahami dan memudahkan informasi yang rumit sekaligus sebagai penengah dalam menjelaskan kebijakan sebagai media pengeras suara warga", jelasnya.

Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti menyampaikan tentang Pembinaan KIM di Kabupaten Pasuruan.

"KIM di Kabupaten Pasuruan yang sudah terbentuk ada 120 KIM dan 24 Forum KIM dari 341 Desa dan 24 Kelurahan.  Tidak mudah dalam melakukan pembinaan karena banyak yang menganggap KIM seperti media lainnya, minimnya dana juga terkendala sehingga hanya beberapa KIM yang mendapat support dari Desa yang bisa terus eksis", tuturnya.

Di akhir sesi ditutup dengan tanya jawab. Beberapa hal tentang regulasi dan hambatan yang ada diutarakan masing-masing dari Kota Blitar dan Kota Malang. Bakorwil Malang berharap nantinya daerah-daerah di wilayah kerja Bakorwil Malang dapat memperkuat kelembagaan KIM sehingga menjadi yang terbaik di Jawa Timur.




Share:

Rabu, 26 Juni 2019

Pembinaan Karang Taruna Kecamatan Rejoso



Dalam rangka peningkatan Organisasi Karang Taruna di Kecamatan Rejoso, Pemerintah Kecamatan Rejoso bersama Karang Taruna Kecamatan Rejoso menggelar Pembinaan Karang Taruna di Pendopo Kecamatan Rejoso. Kegiatan yang dihadiri Dinas Sosial, Plt Camat Rejoso, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pasuruan, Ketua Karang Taruna Kecamatan Rejoso, serta Pengurus Karang Taruna se-Kecamatan Rejoso. Senin (24/06/2019)

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB dibuka dengan sambutan dari Plt Camat Rejoso, Komari menyampaikan pentingnya Karang Taruna sebagai organisasi sosial yang mempunyai peran penting dalam pembangunan di desa.

"Karang Taruna adalah organisasi sosial yang mempunyai peranan penting di masyarakat dan diharapkan nantinya bisa benar-benar berpartisipasi dalam pembangunan di desa tak hanya dibentuk setelah itu vakum," ujar Komari.

Kasi Pemberdayaan Kelembagaan Sosial Masyarakat dan Pengelola Sumber Dana Sosial, Agus Supriyono memaparkan fungsi dan peran Karang Taruna di masyarakat sebagai organisasi sosial yang mandiri.

"Karang Taruna adalah organisasi sosial sebagai wadah bagi pemuda usia 17-45 tahun yang tujuan utamanya adalah membantu masyarakat dan menjadi mitra dari Pemerintahan Desa. dan diharapkan nantinya bisa menjadi organisasi sosial yang mandiri," tegas Agus dalam pemaparannya.

Dalam sesi pemaparan Agus Supriyono juga melakukan diskusi dengan pengurus karang taruna yang hadir mengenai masalah atau kendala yang dihadapi dalam kegiatan karang taruna di desa. Beberapa masukan ditampung untuk dijadikan evaluasi agar kedepannya karang taruna bisa lebih eksis dan berkembang khususnya di Kabupaten Pasuruan.



Share:

Selasa, 09 April 2019

Sosialisasi E-Commerce Jawara Pelapak dari Kabupaten Pasuruan


Sosialisasi Pemasaran Online (E-Commerce) menjadi materi penutup dalam sosialisasi DBHCHT Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan menghadirkan narasumber dari Jawara Pelapak Pasuruan. Selasa (09/04/2019)

Jawara Pelapak Pasuruan yang juga owner Binpres Mart, Prasetyo Eko Wahyudi menjelaskan untuk memasarkan suatu produk perlu adanya tren dan tren itu diciptakan bukan muncul dengan sendirinya karena penasaran identik dengan pemasaran. Ikuti jaman jangan melawan jaman karena jaman adalah teman.

"Perbanyak kata kunci dalam memasarkan produk melalui media online, karena nantinya kata kunci itu menjadi tren di media online sehingga dilihat banyak orang dan itu menjadi jalan bagi kita untuk memasarkan produk yang kita jual " terang Prasetyo.

Dalam pemasaran secara online perlu diperhatikan beberapa hal dalam pengambilan foto produk diantaranya Kamera, Background, Pencahayaan, Editing. Selain itu juga memberikan bonus atau harga diskon menjadi nilai tersendiri sehingga lebih banyak diminati oleh pembeli atau konsumen.
Share:

Sosialisasi Ketentuan Perundangan - Undangan di Bidang Cukai Bagi Kelompok KIM Tahun 2019


Menindak lanjuti banyak temuan di bidang cukai pada tahun 2018 yang berjumlah 34 kasus, sehingga merugikan negara sebesar 4,4 Milyar Rupiah. 

Bapak Alan Marton sebagai Kasub Dirjen Bea dan Cukai Kabupaten Pasuruan memaparkan peran Bea dan Cukai kepada peserta bimtek informasi ketentuan perundang - undangan di bidang cukai yang di wakili oleh KIM dari berbagai desa yang terdapat di Kabupaten Pasuruan yang berperan sebagai kepanjangan dari dinas kominfo untuk menyampaikan segala informasi kepada masyarakat.

Bapak Kasub Dirjen Bea dan Cukai menuturkan bahwasanya KIM dapat menyampaikan kepada masyarakat tentang barang barang mana saja yang termasuk dalam Barang Kena Cukai (BKC), harapan dari acara yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan pada hari kedua di Hotel Tanjung Plaza Prigen,  dapat menurunkan angka  temuan oleh Dirjen Bea Cukai terkait pelanggaran yang di terapkan di perundang undangan bea cukai, seperti maraknya peredaran rokok tanpa adanya label cukai atau pun adanya label bekas/palsu yang dipergunakan kembali. di kabupaten Pasuruan pada tahun 2018 terdapat temuan Dirjen Bea dan Cukai sebanyak 8.657.544 batang rokok ilegal, 321.174 pita cukai palsu, 2.205 pita cukai bekas. 

Kesimpulan dari apa yang disampaikan oleh Bapak Alan sebagai Perwakilan Dari Dirjen Bea dan Cukai, " Kami dari pihak bea dan cukai selaku pengawas dari Barang Kena Cukai Tetap Melakukan Koordinasi dengan berbagai macam Instansi seperti Kepolisian RI dan TNI untuk menyelesaikan setiap kasus yang terjadi terkait permasalah Barang Kena Bea Cukai (BKC) " sambil menutup pemaparannya. (Mirza) 


Share:

Sosialisasi Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2019


Setelah dibuka sore tadi (08/04/2019) Sosialisasi Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)  kembali dilanjutkan setelah ISHOMA. Sosialisasi yang bertempat di Convention Hall Tanjung Plaza Hotel - Prigen. Peserta dari 21 KIM Desa di Kabupaten Pasuruan hadir dalam sosialisasi tersebut.

Sosialisasi dimulai pukul 19.30 Wib ini menghadirkan narasumber dari Setda Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur. Dalam pemaparannya Setda Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur, Agung Widodo memaparkan bahwa DBHCHT tiap tahunnya meningkat, untuk Provinsi Jawa Timur tahun 2019 mendapatkan 1,6 Trilyun dan dibagi ke 39 Kabupaten. Kabupaten Pasuruan mendapatkan 180 Milyar di Tahun 2019 yang disalurkan kepada masyarakat melalui OPD yang ada di Kabupaten Pasuruan melalui Musrenbang. Salah satu alokasi DBHCHT yang terbesar adalah untuk Jaminan Kesehatan Nasional sebesar 50% dari DBHCHT.

Sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab tentang DBHCHT. Antusias peserta sosialisasi cukup tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan, untuk menyingkat waktu sesi pertanyaan dibagi menjadi dua sesi mengingat masih ada cara untuk kegiatan esok hari.
Share:

Senin, 08 April 2019

Pembukaan Sosialisasi DBHCHT Bagi Anggota KIM Tahun 2019


Dalam rangka sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasuruan menggelar Sosialisasi Penyampaian Informasi Ketentuan Perundang-undangan di Bidang Cukai kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Pembukaan sosialisasi dihadiri Asisten Administrasi Umum, Camat Prigen, Forum KIM Kabupaten Pasuruan, Telecenter dan 21 KIM Desa gelombang I. Sosialisasi yang berlangsung selama dua hari (08-09/04/2019) bertempat di Hotel Tanjung Plaza - Prigen.

Sosialisasi yang dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Syaifuddin Ahmad dalam laporannya menuturkan kegiatan sosialisasi ini selain untuk menyampaikan informasi tentang DBHCHT juga untuk meningkatkan kompetensi informasi masyarakat dari sisi kelembagaan dan diharapkan masyarakat untuk tidak membeli rokok yang tidak ada pita cukainya.

Asisten Administrasi Umum, Trijono Isdijanto saat membuka acara juga menyampaikan Dinas Kominfo melalui KIM diharapkan bisa memberikan informasi berupa informasi yang dikemas dalam sebuah berita atau informasi lainnya. Dan kedepan diharapkan Kabupaten Pasuruan tambah tahun tambah meningkat bukan tambah terpuruk sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Pasuruan.

Sosialisasi DBHCHT sendiri terbagi menjadi lima gelombang. Gelombang I tanggal 8-9 April 2019, Gelombang II tanggal 9-10 April 2019, Gelombang III tanggal 10-11 April 2019, Gelombang IV tanggal 24-25 April 2019, dan Gelombang V tanggal 25-26 April 2019.




Share:

Kamis, 28 Februari 2019

BIMTEK Petugas Pelaporan Penghitungan Suara Sementara Tingkat Desa



Menjelang Pemilu 2019 Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengadakan BIMTEK Petugas Pelaporan Pemungutan Suara Sementara Tingkat Desa. BIMTEK yang diikuti oleh 365 Desa/Kelurahan di Kabupaten Pasuruan bertempat di Gedung Serba Guna Pemkab Pasuruan, Kamis (28/02/2019)

Petugas Pelaporan nantinya melaporkan hasil pemungutan suara di TPS di Desa masing-masing melalui aplikasi yang servernya dikelola oleh Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan. Laporan pemungutan suara sementara nantinya dilaporkan secara online melalui aplikasi dan laporan manual dikirimkan ke Kecamatan.

Staff Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Sunyono mengatakan, petugas pelaporan harus jeli dan valid dalam menginput data yang dilaporkan serta harus bisa menjaga kerahasiaan datanya. Laporan yang diterima nantinya diteruskan dari Pemkab Pasuruan, Pemprov Jatim dan Kemendagri. 

Kabid Infrastruktur, Aplikasi dan Informatika, Zaki Zamani membimbing langsung bagaimana cara menggunakan aplikasi. Tak butuh waktu lama peserta BIMTEK dalam memahami aplikasi karena sebagian besar petugas pelaporan tahun 2018 kemarin menjadi petugas pelaporan pemungutan suara sementara Pilkada. 

Dari 365 Desa/Kelurahan dibagi menjadi 3 gelombang, masing-masing 8 Kecamatan dari 24 Kecamatan. Pelaporan Pemungutan Suara Sementara Tingkat Desa diharapkan benar-benar memberikan data yang valid tapi bukan sebagai keputusan mutlak untuk ketetapan tetap dikembalikan kepada KPU sebagai lembaga resmi Pemilu 2019.
Share:

Rabu, 26 Desember 2018

BIMTEK KIM Kab. Pasuruan Cluster 2 Teknik Fotografi dan Vlog



Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan kembali menggelar pembinaan jurnalistik online. Fokus kali ini lebih pada materi penguasaan teknik fotografi dan pembuatan video blog/ vlog yang diikuti sekitar empat puluh pengelola blog KIM Cluster II di Ruang Rapat Staf Ahli Pemkab Pasuruan, Kamis (20/12/2018). 
Ada dua narasumber yang dihadirkan, masing-masing, fotografer sekaligus akademisi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, Radityo Widiatmojo dan vlogger dari KIM Arjuna, Kecamatan Prigen, Imam Bukhori. Dalam pemaparannya, Radityo memberikan sebuah gambaran bagaimana cara menghasilkan suatu hasil karya melalui kamera, baik Digital Single Lens Reflex (DSLR) maupun kamera handphone. Ia menekankan tentang pentingnya sebuah konsep dan penguasaan teknik fotografi yang wajib dimiliki seluruh anggota KIM dalam aktivitas jurnalistik warganya sehari-hari. 
Sedangkan di sesi materi pembuatan vlog, Imam memberikan tutorial tentang bagaimana cara memproduksi vlog yang bagus dan menarik perhatian netizen, sekalipun hanya berbekal handphone. Baik menggunakan aplikasi Kine Master, Power Director, Viva Vidio maupun melakukan editing di komputer dengan aplikasi Adobe Premiere, Adobe After Effect atau Filmora. 
Pembinaan diharapkan dapat menjadikan para peserta dari KIM Cluster 2 bisa saling memotivasi untuk bisa naik ke cluster 1 yang nantinya dapat menampilkan hasil-hasil yang kreatif dan inovatif dalam penulisan berita dan potensi desa.
Share:

Rabu, 05 Desember 2018

BIMTEK Pemantapan Operator BDT dengan Aplikasi SIKS-NG



   Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan kemarin (04/12/2018) mengadakan Bimtek Pemantapan Operator Verval BDT di Aula Dinsos Kabupaten Pasuruan. Pelatihan yang diikuti Operator Desa Se-Kabupaten Pasuruan ini dilakukan secara bertahap mulai hari senin (03/12/2018) tiap pelatihannya diikuti oleh 2 Kecamatan. Kemarin yang diundang Kecamatan Rejoso dan Kecamatan Lekok.
  Kegiatan dimulai dengan sambutan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan Pak Gunawan dan dilanjutkan dengan sambutan dari Pak Agus dan ditutup oleh Narasumber Mbk Balqis selaku operator BPNT/PKH. Bimtek ini sendiri bukan yang pertama kalinya karena sebelumnya sudah pernah diadakan.
  Bimtek ini diharapkan bisa memantapkan kembali Aplikasi SIKS-NG yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial awal tahun ini. Dengan versi terbarunya 2.2.0. ini lebih komplek sehingga dapat disinkronkan datanya dengan menyambungkan ke Internet. Beberapa kendala versi sebelumnya dapat diperbaiki dengan mengupdate versi terbaru ini. Hanya saja Laptop yang digunakan harus yang kompatibel terlebih speknya juga harus tinggi. Aplikasi ini diharapkan bisa menjadi basis data dan acuan untuk bantuan sosial dari Pemerintah. Operator Desa juga harus lebih memahami mana yang kategori sangat miskin, miskin dan prasejahtera.

Share:

Selasa, 27 November 2018

Pelatihan Jurnalistik Online Bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Cluster II


Dalam rangka pembinaan KIM di Kabupaten Pasuruan, Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan melakukan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Online di Gedung Pemkab tepatnya di Ruang Staf Ahli Bupati. 
Kegiatan yang dilaksanakan hari ini, Selasa (27/11/2018) yang dimulai pukul 09.00 WIB menghadirkan narasumber Rizki dari KIM Surya Harapan Desa Ngempit Kecamatan Kraton. Peserta yang berasal dari KIM 24 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan yang diwakili oleh beberapa desa dimasing" kecamatan. 
Acara yang diawali dari pembukaan oleh Bu Kristi dan dilanjutkan materi oleh Bu Eka dengan materi Citizen Jurnalistik. Di sesi terakhir diisi oleh Rizki dari KIM Surya Harapan tentang Media KIM termasuk pembuatan blog atau website. Pembinaan ini diharapkan dapat menjadikan KIM di Kabupaten Pasuruan menjadi media informasi Desa yang menampilkan potensi Desa di Kabupaten Pasuruan.
Share:

Total Tayangan Halaman

AGENDA