Pemerintah Desa Ketegan

Mengutamakan Pelayanan Masyarakat

KIM SWARA KETEGAN

Sekretariat KIM SWARA KETEGAN

JUARA 1

KIM Swara Ketegan, KIM Tereksis di Media Sosial Instagram dan Facebook

LAWAN COVID-19

Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19

PANITIA PENJARINGAN PERANGKAT DESA

Kaur Perencanaan Desa Ketegan Tahun 2021

Tampilkan postingan dengan label COVID-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label COVID-19. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 September 2021

Sukseskan Percepatan Vaksinasi Kolaborasi, Pemerintah Desa Ketegan Optimalkan Kuota Yang Tersedia

 

 Kegiatan Percepatan Vaksinasi di Desa Ketegan

Ketegan - Gerakan Vaksinasi Kolaborasi yang dicanangkan Bupati Pasuruan beberapa waktu lalu, disambut antusias warga Kabupaten Pasuruan terutama di warga Desa Ketegan. Pemerintah Desa Ketegan bersama Puskesmas Rejoso dibantu Satgas Covid-19 Desa sukses melakukan vaksinasi dengan kuota 150 orang yang bertempat di Kantor Desa Ketegan. Rabu (22/09/2021)

Kepala Desa Ketegan, Isnail Ma'rufah menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini memang diharapkan oleh warga Desa Ketegan  karena kuotanya lebih banyak dari vaksinasi sebelumnya sehingga lebih maksimal.

"Antusias warga Ketegan dengan adanya vaksinasi ini cukup tinggi karena kuotanya lebih banyak dari sebelumnya,  kuota yang tersedia 150 orang dapat terpenuhi dalam waktu singkat malah masih ada antrian yang masih menunggu," ucap Isnail disela-sela melayani warganya

Pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung lancar tanpa kendala, vaksinasi yang dibuka jam 8 pagi ini sudah selesai jam 12 siang. Warga yang antri dari pagi hari ini dilayani dengan tertib dan tetap mematuhi protokol kesehatan.  

Selain Desa Ketegan ada 3 desa lagi di Kecamatan Rejoso yang melaksanakan vaksinasi, Desa Patuguran, Desa Segoropuro dan Desa Pandanrejo. Percepatan vaksinasi di Kecamatan Rejoso berlangsung dari tanggal 21-24 September 2021.

Share:

Senin, 20 September 2021

Bupati: Sukseskan Gerakan Vaksinasi Kolaborasi, Camat Dan Kades Harus Optimalkan Sosialisasi Ke Masyarakat Serta Prioritaskan Ibu Hamil Dan Lansia

 


Agar Gerakan Vaksinasi Kolaborasi membuahkan hasil maksimal, seluruh pihak terutama Camat, Kepala Desa, Danramil dan Kapolsek harus saling mendukung. Sekaligus gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat. Sehingga target percepatan vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di Kabupaten Pasuruan segera tercapai.

Disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Vaksinasi dan Sosialisasi Gerakan Vaksinasi Kolaborasi yang digelar secara virtual di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti hari ini, Senin (20/9/2021), Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menekankan beberapa poin penting. Fokusnya lebih kepada persiapan pimpinan wilayah bersama jajarannya. Terutama dalam melakukan koordinasi, mempersiapkan Gerakan Vaksinasi Kolaborasi di 253 desa yang tersebar di 16 kecamatan pada tanggal 21-24 September 2021.    

“Saya tekankan, memang capaian vaksinasi di Kabupaten Pasuruan masih belum maksimal, karena pendistribusian dari Pemerintah Pusat belum optimal. Jadi, capaian vaksinasi masih rendah. Maka dari itu, tadi malam kami bersama Satgas Penanganan Covid-19 gelar rapat, membuat Gerakan Vaksinasi Kolaborasi Kabupaten Pasuruan”, tutur Bupati.

Agar pelaksanaannya tepat sasaran, Kepala Daerah menginstruksikan ada skala prioritas sasaran vaksinasi, terlebih kedatangan vaksin dari Pemerintah Pusat secara bertahap. Yakni desa-desa yang banyak dijumpai kasus aktif Covid-19, berikut desa-desa yang selama ini capaian vaksinasinya sangat sedikit.

“Saya harap dengan koordinasi teknis hari ini segera ditindaklanjuti dengan jadwal dan quota vaksinasi di 253 desa di 16 kecamatan. Saya mohon disosialisasikan di desa masing-masing untuk bisa dioptimalkan. Vaksin yang didropping Pemerintah Pusat harus segera habis. Sasaran utama, usia lansia, ibu hamil”, pinta Bupati.

Hadir dalam Rakor, Asisten Pemerintahan dan Kesra Rachmat Syarifuddin, Kepala Dinas Pendidikan Ninuk Ida Suryani dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Haris. Termasuk diikuti secara virtual oleh Kepala Dinas Kesehatan dr Ani Latifah, seluruh Camat, danramil, Kapolsek dan Kepala Puskesmas yang masuk dalam zona percepatan Gerakan Vaksinasi Kolaborasi. (Eka Maria)

Share:

Minggu, 19 September 2021

Kabupaten Pasuruan Level 1 Assesment SItuasi Covid-19 Kemenkes, Bupati Apresiasi Seluruh Elemen Pemkab Pasuruan

 

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengapresiasi kinerja seluruh elemen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan dalam segala upayanya menghadapi pandemi. Sehingga berhasil mengantarkan Kabupaten Pasuruan masuk Level 1 Assesment SItuasi Covid-19 Kementerian Kesehatan.

“Atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan,  izinkanlah saya Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan mengucapkan terima  kasih yang tidak terhingga atas segala pengorbanan dan keikhlasan  semua elemen Pemerintah Daerah. Juga TNI, Polri, tenaga kesehatan, para relawan yang telah berjuang, turun tangan, melayani warga dalam menghadapi pandemi”, ucapnya pada saat memimpin Apel Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1092, Sabtu (18/9/2021),    

Kepala Daerah juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta stake holder Pemkab Pasuruan yang tiada henti memberikan dukungan penuh dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. Sehingga menurunkan jumlah kasus, baik kasus aktif maupun kasus meninggal.      

“Saya juga mengapresiasi Lurah se-Kabupaten Pasuruan, Pendamping Desa, Tagana, BPBD dan tim relawannya, Satpol PP, Penyuluh KB, Relawan TIK dan tim lainnya yang telah bersama-sama terlibat secara langsung menangani pandemi. Terimakasih juga kepada perusahaan, PT HM Sampoerna, PT Cheil Jedang Indonesia Pasuruan,  J99 Corp. yang telah berkontribusi menangani Covid”, tuturnya.

Meski demikian, Bupati tetap meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap mengeratkan jalinan sinergi dan kolaborasi dalam penanganan pandemi. Tentunya hal itu selaras dengan tema Hari Jadi  Kabupaten Pasuruan tahun  2021 yakni “Dengan semangat Hari Jadi  Kabupaten Pasuruan ke-1092, kita tingkatkan rasa toleransi, kepedulian  dan kegotong-royongan dalam penanganan Covid-19”.   

“Maka saya sampaikan kembali, perlunya koordinasi, konsolidasi dari semua pihak, TNI, Polri, tokoh agama dan tokoh pemuda untuk bersama-sama berperan aktif dan menciptakan suasana aman dan tertib. Sehingga angka penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir”, pinta Bupati. (Eka Maria)

Share:

Jumat, 05 Maret 2021

Pemdes Ketegan Kembali Salurkan BLT DD Tahun 2021 Bagian Bulan Januari

 

                                                   Penyerahan BLT Dana Desa Tahun 2021 Bagian Bulan Januari

Ketegan - Penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun Anggaran 2021 Bulan Januari kembali dilaksanakan di Balai Desa Ketegan. Bantuan diserahkan langsung oleh Pemerintah Desa kepada warga penerima bantuan secara langsung disaksikan oleh Camat Rejoso, Kasi PMD Kecamatan Rejoso, Pendamping Desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang dibantu Perangkat Desa. Kamis (04/03/2021)

Dalam sambutannya Kepala Desa Ketegan, Isnail Ma'rufah menyampaikan bahwa BLT-DD tahun 2021 berbeda dengan tahun 2020, bukan lagi berdampak tapi dikhususkan bagi warga yang kurang mampu dan tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

"Untuk tahun 2021 ini BLT-DD tidak diperuntukkan bagi yang terdampak lebih dikhususkan bagi warga yang berdomisili di Desa Ketegan dan warga kurang mampu yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat," ujar Isnail

                                                    Penyerahan BLT-DD kepada KPM oleh Pemerintah Desa
 

Camat Rejoso, Wijaya Sugianto menghimbau kepada keluarga penerima manfaat (KPM) agar menggunakan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Bantuan yang nantinya diterima selayaknya digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari bukan untuk membeli kebutuhan lainnya, " ucap Wijaya

Rencananya BLT-DD Desa Ketegan untuk tahun 2021 diberikan kepada 93 KPM, dengan nominal sebesar 300 ribu tiap bulan sampai bulan Desember.  

Share:

Selasa, 02 Maret 2021

Tingkatkan Efektifitas PPKM, Pemdes Ketegan Gelar Sosialisasi dan Evaluasi PPKM Mikro di Desa Ketegan

 

Sosialisasi dan Evaluasi PPKM Mikro di Balai Desa Ketegan
Ketegan - Setelah dua minggu yang lalu diresmikan Kapolresta Pasuruan, Pemerintah Desa Ketegan terus berupaya meningkatkan efektifitas PPKM Mikro dengan menggelar sosialisasi dan evaluasi yang bertempat di Balai Desa Ketegan. Sosialisasi dan evaluasi yang dihadiri Forkopimka Rejoso, Perangkat Desa Ketegan, BPD, LPM, Bidan Desa, Ketua RT, Ketua RW dan Tokoh Masyarakat. Senin (01/03/2021)
 
Kepala Desa Ketegan, Isnail Ma'rufah menyampaikan tentang pentingnya sosialisasi PPKM ditingkat RT dan RW yang rencananya akan dilakukan disetiap dusun sehingga diharapkan bisa mencegah penyebaran Covid-19.
 
"Sosialisasi PPKM ditingkat RT dan RW akan dilaksanakan secepatnya dalam minggu ini dengan menggandeng tokoh agama dan dilakukan disetiap dusun sehingga diharapkan bisa mencegah penyebaran Covid-19 mengingat Desa Ketegan hingga saat ini masih berstatus zona hijau," ucap Isnail

Dalam sambutannya Camat Rejoso, Wijaya Sugianto menyampaikan tentang kesuksesan PPKM tergantung dari masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
 
"Kesuksesan PPKM Mikro tergantung bagaimana masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan 5M, Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, dan Memanjatkan Do'a," ujar Wijaya
 
Pemaparan Tentang Vaksin oleh Bidan Desa
 
Bidan Desa, Nur Lisbiati menambahkan tentang pemberian vaksin covid-19 yang aman bagi masyarakat dan untuk saat ini vaksin difokuskan pada tenaga kesehatan dan pelayanan publik.
 
"Pemberian vaksin aman dan halal, hingga saat ini vaksin sudah diberikan kepada tenaga kesehatan sebanyak 2 kali dan selanjutnya diberikan kepada pelayanan publik, lansia dan terakhir masyarakat umum" ujar Lisbiati
 

 

Share:

Rabu, 17 Februari 2021

Kapolres Pasuruan Kota Resmikan Posko PPKM, Tim Satgas Kabupaten Sidak Tinjau Kesiapan Desa Ketegan

                   Peresmian Posko PPKM Berbasis Mikro di Dusun Petahunan RT 03 RW 02 Desa Ketegan

Ketegan - Dalam rangka menanggulangi pandemi Covid-19 Pemerintah Desa Ketegan membentuk Posko Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro. Posko PPKM yang berlokasi di Dusun Petahunan RT 03 Rw 02 Desa Ketegan ini langsung diresmikan oleh Kapolres Pasuruan Kota yang hadir didampingi Kepala Puskesmas Rejoso, Camat Rejoso, Danramil Rejoso dan Kapolsek Rejoso. Senin (15/02/2021)

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Ketegan yang sudah siap mendirikan Posko PPKM guna menanggulangi penyebaran pandemi Covid-19. Posko PPKM ini diharapkan nantinya bisa berjalan sesuai dengan fungsinya termasuk tim yang sudah dibentuk sesuai struktur yang ada terutama dari tim pencegahan.

                                                   Tim Satgas Kabupaten Sidak Tinjau Kesiapan Desa Ketegan
 

Setelah diresmikan secara langsung oleh Kapolres Pasuruan Kota, pada siang harinya Posko PPKM juga ditinjau dari tim satgas PPKM Mikro Kabupaten Pasuruan guna melihat sampai dimana kesiapan Desa Ketegan. 

Dalam Kesempatannya Ketua Tim Satgas PPKM Mikro Kabupaten Pasuruan,  Endah Yuliastuti menyampaikan beberapa pertanyaan kepada Kepala Desa Ketegan tentang sejauh mana tindakan yang dilakukan setelah pembentukan PPKM Mikro serta bagaimana kesiapan jika ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain Desa Ketegan, 3 desa lainnya seperti Desa Pandanrejo,  Desa Sadengrejo serta Desa Patuguran mengaku siap menjadi Posko PPKM Mikro di Kecamatan Rejoso dan siap menjadi desa yang tanggap dalam menghadapi pandemi Covid-19.

 

Share:

Minggu, 14 Februari 2021

Terapkan PPKM, Pemerintah Desa Ketegan Lakukan Operasi Masker

Pelanggar protokol kesehatan menggunakan rompi dan diberikan hukuman

Ketegan - Dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan mencegah semakin meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Desa Ketegan bersama Pemerintah Kecamatan Rejoso menggelar operasi masker di depan Kantor Desa Ketegan. Sabtu (13/02/2021)

Operasi masker yang dilaksanakan mulai pagi hari ini sebagai upaya pencegahan penyebaran kasus Covid-19 dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker. Bagi pelanggar protokol kesehatan yang tidak memakai masker akan diberikan hukuman sebagai efek jera, setelah itu dihimbau selalu menggunakan masker saat keluar rumah.

Kegiatan operasi masker ini merupakan jadwal rutin Pemerintah Kecamatan Rejoso bersama desa-desa di Kecamatan Rejoso. Hingga saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan cukup tinggi tak terkecuali di Kecamatan Rejoso. Penerapan protokol kesehatan cukup penting dalam menekan meningkatnya kasus positif Covid-19 terutama dalam mendukung kesuksesan program PPKM di setiap wilayah masing-masing.

Share:

Sabtu, 06 Februari 2021

PT. Pos Indonesia Kembali Cairkan BST Covid - 19 Kemensos Tahap II

 Penyaluran BST Pos di Balai Desa Rejoso Lor
 
Rejoso - Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid - 19 dari Kemensos RI Tahap II melalui Pos Indonesia kembali disalurkan di Kecamatan Rejoso. Sabtu (06/02/2021) 
 
Sebanyak 1073 KPM dari 16 desa di Kecamatan Rejoso dengan dibagi menjadi dua tempat. 9 desa di Pendopo Kecamatan Rejoso, Jarangan, Karangpandan, Kedungbako, Sadengrejo, Sambirejo, Kawisrejo, Kemantrenrejo, Manikrejo dan Rejoso Kidul. Sedangkan di Balai Desa Rejoso Lor, Arjosari, Ketegan, Patuguran, Pandanrejo, Rejoso Lor, Segoropuro dan Toyaning. 
 
Penyaluran BST Pos di Pendopo Kecamatan Rejoso
 
Penyaluran mulai jam 8 pagi hingga pukul 12 siang berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan. Penyaluran menggunakan barcode yang tertera di undangan pemberitahuan yang dicetak PT. Pos Indonesia dengan membawa E-KTP atau Kartu Keluarga untuk penerima sendiri atau dapat diwakilkan oleh anggota keluarga lainnya dengan membawa E-KTP dan Kartu Keluarga asli. Untuk yang berhalangan hadir juga bisa diambil di kantor pos terdekat.
 
BST Pos ini sudah tersalurkan mulai tahun 2020 sebagai upaya pemerintah menanggulangi dampak pandemi Covid - 19 dan rencananya akan disalurkan di tahun 2021 hingga bulan Juni mendatang.


 

Share:

Senin, 31 Agustus 2020

Penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap IV Lanjutan Desa Ketegan

Penyerahan BLT-DD kepada warga oleh Pemerintah Desa Ketegan

Ketegan - Hari ini, Penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) lanjutan tahap IV kembali dilaksanakan di Balai Desa Ketegan. Bantuan diserahkan langsung oleh Pemerintah Desa kepada warga penerima bantuan secara langsung disaksikan dari Kasi PMD Kecamatan Rejoso, Pendamping Desa, dan Babinsa yang dibantu Perangkat Desa. Senin (31/08/2020)
 
Dalam sambutannya Kepala Desa Ketegan, Isnail Ma'rufah menyampaikan kepada warga penerima bantuan untuk selalu menjaga diri dari Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan memakai masker saat keluar rumah.
 
"Saya menghimbau kepada warga masyarakat Desa Ketegan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker saat keluar rumah kemanapun jangan hanya pas ada kegiatan seperti ini saja," ucap Isnail

Penyerahan BLT-DD kepada warga desa terdampak Covid-19
 
Sebanyak 93 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga Desa Ketegan berhak menerima BLT-DD tahap IV sebesar 300 ribu selama 3 bulan dari sebelumnya 600 ribu selama 3 bulan. Penyerahan BLT-DD kali ini diserahkan secara langsung berbeda dengan BLT-DD sebelumnya yang menggunakan Virtual Account (VA) dari Bank Jatim.
Share:

Penyaluran BTT Kabupaten Pasuruan Tahap I dan Tahap II di Kecamatan Rejoso

Penyaluran BTT Kabupaten Pasuruan di Arjosari
 
Rejoso - Penyaluran Bantuan Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Pasuruan dampak Covid-19 Tahap I dan Tahap II di Kecamatan Rejoso digelar di 4 titik bayar. Penyaluran diserahkan langsung oleh Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan dibantu Operator Desa, TKSK, Kasi Kesra Kecamatan, Pendamping PKh, PSM, Tagana, Babinsa dan Perangkat Desa.

Adapun pembagian di 4 titik bayar Balai Desa Rejoso Lor, Toyaning  48 KPM, Pandanrejo 55 KPM, Rejoso Lor 261 KPM. Balai Desa Arjosari, Arjosari 138 KPM, Kemantren Rejo 50 KPM, Segoropuro 70 KPM, Patuguran 92 KPM.
 
Penyaluran BTT Kabupaten Pasuruan di Rejoso Lor

Balai Desa Sambirejo, Karangpandan 18 KPM, Sambirejo 45 KPM, Rejoso Kidul 214 KPM, Jarangan 36 KPM. Balai Desa Kawisrejo, Kawisrejo 55 KPM, Sadengrejo 39 KPM, Kedungbako 10 KPM, Manikrejo 23 KPM.
 
Di Kecamatan Rejoso penerima BTT Kabupaten Pasuruan sebanyak 1154 KPM sebesar 400 ribu selama 2 tahap selanjutnya ditahap berikutnya sebesar 200 ribu.



Share:

Jumat, 28 Agustus 2020

Penyerahan Bantuan Program JPS BTT Provinsi Jawa Timur Tahap II di Kecamatan Rejoso


Penyerahan Bantuan Tahap II JPS Provinsi Jatim
Rejoso - Pandemi COVID-19 hingga bulan Agustus ini masih belum teratasi di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur. Kasus konfirmasi positif terus menaik walaupun tidak seperti bulan sebelumnya. Berbagai penanganan sudah dilakukan baik itu protokol kesehatan, penyemprotan disinfektan dan pemberian bantuan. Pemerintah Jawa Timur dengan bantuan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) bulan ini kembali merealisasikan bantuannya ke berbagai daerah di Jawa Timur termasuk Kabupaten Pasuruan. Di Kecamatan Rejoso penyerahan bantuan dibagi menjadi 4 titik. Desa Ketegan, Desa Kawisrejo, Desa Rejoso Lor, dan Desa Manikrejo. Kamis (27/08/2020)

Total 1245 KPM menerima bantuan JPS BTT Provinsi Tahap II di Kecamatan Rejoso dari 16 desa. Bantuan sendiri diserahkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan yang dibantu Operator Desa dan Perangkat Desa setempat. Di Balai Desa Ketegan sendiri ada 3 desa, yaitu Desa Ketegan, Desa Toyaning, dan Desa Pandanrejo dengan total penerima 262 KPM.

Bantuan BTT Provinsi Tahap II ini beda dari tahap I yang melibatkan dari Bank Jatim. Bantuan diserahkan dan ditangani sepenuhnya oleh Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan. Dengan penyaluran ini, maka bantuan tersisa satu tahap lagi.
Share:

Rabu, 22 Juli 2020

Cegah Penyebaran COVID-19, Serentak Operasi Masker di Wilayah Kecamatan Rejoso


Kepala Desa Ketegan memberikan himbauan memakai masker kepada pengendara

Ketegan - Menanggulangi kasus COVID-19 di wilayah Kabupaten Pasuruan yang terus meningkat. Bupati Pasuruan mengintruksikan operasi giat penggunaan masker di wilayah Kabupaten Pasuruan. Di Desa Ketegan operasi masker digelar di depan balai desa Ketegan yang dipimpin langsung Kepala Desa Ketegan dibantu perangkat desa dan satgas Covid-19. Rabu (22/07/2020)

Kepala Desa Ketegan, Isnail Ma'rufah menyampaikan pentingnya penggunaan masker saat keluar rumah sebagai antisipasi menyebarnya Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan.

"Penggunaan masker sangat penting di masa pandemi sekarang ini, tidak terkecuali bagi siapapun untuk mencegah menyebarnya Covid-19 yang masih terus meningkat sesuai anjuran pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan." ucap Isnail


Perangkat Desa bersama Satgas Covid-19  gelar operasi masker di depan Balai Desa Ketegan

Dalam operasi masker kali ini tak hanya dihimbau tapi juga dikenakan sanksi bagi pengendara atau warga yang tidak memakai masker. Sanksi yang diberikan berupa menyanyikan Indonesia Raya atau menghafal Pancasila. Selain itu diberikan masker bagi yang tertangkap tidak memakai masker.

Operasi masker ini digelar serentak di seluruh desa di kecamatan Rejoso sesuai intruksi Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan melalui Camat Rejoso.

Share:

Rabu, 24 Juni 2020

Penyerahan Bantuan Program JPS BTT Provinsi Jawa Timur Tahap I di Kecamatan Rejoso


Penyerahan JPS BTT Provinsi Tahap I di Balai Desa Ketegan

Rejoso - Pandemi COVID-19 hingga bulan Juni ini masih belum teratasi di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur. Kasus konfirmasi positif terus menaik walaupun tidak seperti bulan sebelumnya. Berbagai penanganan sudah dilakukan baik itu protokol kesehatan, penyemprotan disinfektan dan pemberian bantuan. Pemerintah Jawa Timur dengan bantuan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) bulan ini mulai merealisasikan bantuannya ke berbagai daerah di Jawa Timur termasuk Kabupaten Pasuruan. Di Kecamatan Rejoso penyerahan bantuan dibagi menjadi 4 titik. Desa Ketegan, Desa Kawisrejo, Desa Rejoso Lor, dan Desa Manikrejo. Selasa (23/06/2020)

Total 1245 KPM menerima bantuan JPS BTT Provinsi di Kecamatan Rejoso dari 16 desa. Bantuan sendiri diserahkan oleh Bank Jatim didampingi dari Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan yang dibantu Operator Desa dan Perangkat Desa setempat. Di Balai Desa Ketegan sendiri ada 3 desa, yaitu Desa Ketegan, Desa Toyaning, dan Desa Pandanrejo dengan total penerima 262 KPM.

Bantuan JPS BTT Provinsi sendiri dibagi menjadi 3 tahap/bulan dari bulan Juni, Juli dan Agustus dengan besaran 200 ribu per bulan. Bantuan ini merupakan wujud nyata provinsi Jawa Timur dalam rangka penanganan Pandemi COVID-19. Dalam penyerahan tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan mewajibkan pemakaian masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak.

Share:

Sabtu, 18 April 2020

Kabar Menggembirakan. 3 Pasien Positif Covid-19 Di Kabupaten Pasuruan Sembuh Dan Boleh Pulang


Pasuruan - Ketiga pasien tersebut semuanya laki-laki. Terdiri dari 1 orang warga Lumbang (42), 1 orang warga Purwodadi (41) dan 1 orang warga Gondangwetan (51).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, ketiga pasien tersebut sudah dipulangkan sekitar pukul 12.00 WIB, setelah hasil swab kedua, menyatakan negative Covid-19. Meski begitu, ketiga pasien tersebut tetap diminta untuk melaksanakan self isolasion (isolasi mandiri) di rumah selama 14 hari.

“Alhamdulillah, berdasarkan swab, 3 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pasuruan dinyatakan negative, dan diperbolehkan pulang. Dan ini berita yang sangat menggembirakan bagi kita semua,” kata Anang, sesaat setelah memimpin Jumpa Pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Sabtu (18/04/2020).

Dijelaskan Anang, ketiga pasien tersebut mulai masuk RSUD Bangil sejak 27 maret 2020. Ketiganya dalam kondisi stabil, dan diisolasi di Rumah Sakit.

Lalu bagaimana dengan ketujuh pasien positif Covid-19 lainnya? Anang menegaskan bahwa dari hasil swab, 4 pasien lainnya tetap berstatus Positif Covid-19, dan 3 pasien lainnya masih menunggu hasil swab. Oleh karenanya, ketujuh pasien ini masih diisolasi di RSUD Bangil sampai ada pengumuman lebih lanjut.

“Ya kita doakan semoga swab dari tiga pasien lainnya yang masih menunggu, segera keluar hasilnya dan negative. Karena memang kondisi seluruhnya dalam keadaan stabil. Untuk yang empat pasien yang hasil swab nya masih positif, tetap diisolasi di Rumah Sakit sampai ada tes swab lagi dan diumumkan hasilnya,” tegasnya.

Lebih lanjut Anang menyampaikan bahwa untuk hari ini, ada 9 hasil swab yang keluar. Selain dari tujuh pasien Covid-19, ada juga 1 PDP (pasien dalam pengawasan) dari Kecamatan Grati yang hasil swab nya negative dan diperbolehkan pulang, serta 1 PDP asal Kecamatan Puspo yang hasil swab nya positif dan langsung diisolasi di RSUD Bangil. (emil/anang Saiful Wijaya)
Share:

Jumlah Pasien Positif Covid-19 Di Kabupaten Pasuruan Bertambah 1 Orang


Pasuruan - Jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang dinyatakan positif Covid-19, bertambah satu orang. Sehingga total sampai dengan Sabtu (18/04/2020) sore, ada 11 pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Bangil. Terdiri dari 1 warga Kecamatan Bangil, 1 warga Beji, 1 warga Gempol, 1 warga Kraton, 1 warga Lumbang, 1 warga Prigen, 1 warga Purwodadi, 2 warga Puspo, dan 1 warga Rembang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, satu pasien ini adalah perempuan (40), warga Kecamatan Puspo yang punya kontak erat dengan pasien RSUD Bangil yang berstatus positif Covid-19 duluan, dan juga berasal dari Puspo.

“Iya, hari ini ada satu lagi warga Kabupaten Pasuruan berstatus Covid-19. Dia perempuan 40 tahun, dan punya kontak erat dengan pasien yang juga dari Puspo dan berstatus Covid-19 lebih dulu,” kata Anang dalam keterangan pers nya di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskannya, status positif Covid-19 pada perempuan tersebut adalah berdasarkan hasil swab yang keluar hari ini. Sedangkan pasien ini sudah masuk RSUD Bangil sejak 10 April 2020, tepatnya setelah Dinas Kesehatan dan Puskesmas Puspo melakukan tracing dan tracking terhadap riwayat kontak dan perjalanan dari pasien Puspo yang dinyatakan Positif Covid-19 per 10 April 2020. Kata Anang, meskipun Positif Covid-19, tapi pasien perempuan ini dalam kondisi stabil dan tanpa gejala.

“Pasien ini stabil kondisinya. Sampai hari ini terusi dipantai, obat dan vitamin juga telah diberikan, begitu pula asupan gizi juga sangat diperhatikan,” jelasnya.
Sementara itu, penambahan jumlah pasien positif Covid-19, juga diikuti dengan bertambahnya 1 lagi jumlah PDP (pasien dalam pengawasan), yakni dari 36 orang menjadi 37 orang.  Kata Anang, pasien tersebut merupakan perempuan (47), warga Kecamatan Gempol yang datang ke RSUD Bangil pada siang tadi, dengan keluhan nyeri, mual, batuk disertai sesak nafas.

“Kebetulan ada Comorbit atau penyakit penyerta yang dibawa oleh warga Gempol ini. Dia mengeluh nyeri, mual, dan batuk selama dua minggu, dan beberapa hari sesak nafas. Tapi, ternyata pasien ini punya kencing manis, dan datang ke RSUD Bangil,” terangnya.

Lebih lanjut Anang menjelaskan bahwa dari 37 pasien PDP, sebanyak 26 orang sudah sembuh dan meninggalkan rumah sakit setelah dinyatakan negative swab. Sedangkan 10 orang yang lain masih dirawat di RSUD Bangil.

Di sisi lain, jumlah ODP (orang dalam pemantauan) Covid-19 hingga Sabtu sore juga bertambah 2 orang. Yakni dari 155 orang menjadi 157 orang. 2 Tambahan warga tersebut berasal dari Kecamatan Gempol yang merupakan hasil tracing dan tracking petugas Dinas Kesehatan dan Puskesmas. (emil/anang Saiful Wijaya)
Share:

Sabtu, 11 April 2020

10 Kecamatan Di Kabupaten Pasuruan Berstatus Zona Merah Corona (COVID-19)


Pasuruan - Setelah tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan berstatus Zona Merah Virus Corona sejak Jumat (10/04/2020), kini dengan bertambahnya jumlah kasus pasien Positif Covid-19 hingga menjadi 10 orang, secara otomatis menambah jumlah kecamatan yang berstatus Zona Merah Corona.


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, Kesepuluh kecamatan berstatus Zona Merah adalah Kecamatan Bangil, Kraton,  Puspo, Lumbang, Beji, Gempol, Purwodadi, Gondangwetan, Prigen dan Rembang.
  

Zona Merah adalah daerah atau wilayah yang terdapat kasus positif Virus Corona. Dimana kesepuluh pasien yang dinyatakan Positif Covid-19 terdiri dari 7 laki-laki dari kecamatan Puspo, Bangil, Lumbang, Beji, Gempol, Purwodadi, dan Gondangwetan, serta 3 perempuan dari Kecamatan Kraton, Prigen dan memiliki keluarga di Kecamatan Rembang, tapi berKTP Jakarta.


Dijelaskan Anang, setelah ditelusuri, ketujuh pasien yang positif Covid-19  memiliki riwayat perjalanan yang berbeda. Beberapa pasien sebelumnya pernah mengikuti pelatihan di Surabaya. Ada juga yang sering pulang pergi Jakarta dan Pasuruan.


Sedangkan khusus perempuan dari Jakarta adalah pedagang sering bepergian ke Jakarta untuk urusan bisnis. Menurut Anang, warga Jakarta ini datang ke RSUD Bangil pada tanggal 28 Maret 2020 lalu, lantaran mengeluhkan sakit batuk, pilek disertai sesak nafas.


Ketika berada di RS Bangil, petugas medis langsung melakukan perawatan hingga kondisinya mengalami peningkatan yang sangat baik. Akan tetapi, selang tujuh hari kemudian, tepatnya 4 April 2020, perempuan tersebut memutuskan pulang paksa dan kembali ke Jakarta.


“Dia merasa sehat dan baik-baik saja setelah dirawat intensif oleh petugas medis RSUD Bangil, Tapi setelah tujuh hari memutuskan balik ke Jakarta, dan pulang paksa,” kata Anang, saat ditemui di Posko Informasi Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/04/2020) malam.


Di sisi lain, tak hanya zona merah yang harus diperhatikan betul oleh seluruh lapisan masyarakat. Di Kabupaten Pasuruan, setidaknya ada 8 kecamatan yang berstatus  Zona Kuning atau daerah yang terdapat pasien dalam pengawasan (PDP).


Kedelapan kecamatan tersebut diantaranya Pandaan, Sukorejo, Purwosari, Rejoso, Lekok, Tosari, Nguling, dan Grati. Dari seluruh kecamatan tersebut, Kecamatan Sukorejo dan Grati menyumbang paling banyak jumlah PDP. Yakni 2 orang, sedangkan ODP (orang dalam pemantauan)  di dua kecamatan tersebut tidak ada.


Sementara itu, hingga berita ini ditulis, 6 kecamatan masih berstatus Zona Hijau. Yakni Wonorejo, Kejayan, Winongan, Pasrepan, Tutur, dan Pohjentrek, . (emil)



Share:

Jumlah Kasus Pasien Positif Covid-19 Di Kabupaten Pasuruan Bertambah Menjadi 10 Orang



Pasuruan - Setelah 3 orang warga Kabupaten Pasuruan dinyatakan Positif Covid-19, kini jumlah pasien yang  dirawat di RSUD Bangil dan dinyatakan Positif Covid-19 hingga Sabtu (11/04/2020) petang bertambah menjadi 10 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, setidaknya ada 7 lagi tambahan warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19.  Mereka terdiri dari 5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Untuk 5 orang laki-laki berasal dari Kecamatan Lumbang, Beji, Gempol, Purwodadi, Gondangwetan. Sedangkan 2 orang perempuan berasal dari Prigen dan 1 Perempuan warga Ibukota Jakarta yang memiliki keluarga di Kecamatan Rembang.

Penambahan tujuh orang warga ini berasal dari hasil tes swab yang disampaikan Gugus Tugas Covid-19 Propinsi Jawa Timur, dan diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/04/2020) petang sekitar pukul 18.00 WIB.
“Hasil swab keluar dari Info Covid-19 Propinsi Jawa Timur yang kita terima pukul 6 sore tadi. Kami sangat prihatin mendengar kabar ini, tapi memang harus kami sampaikan kepada seluruh masyarakat,” kata Anang, saat ditemui di Posko Informasi Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskannya, ketujuh pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan yang berbeda. beberapa pasien sebelumnya pernah mengikuti pelatihan di Surabaya. Ada juga yang sering pulang pergi Jakarta dan Pasuruan.

Sedangkan khusus perempuan dari Jakarta adalah pedagang sering bepergian ke Jakarta untuk urusan bisnis. Menurut Anang, warga Jakarta ini datang ke RSUD Bangil pada tanggal 28 Maret 2020 lalu, lantaran mengeluhkan sakit batuk, pilek disertai sesak nafas.
Ketika berada di RS Bangil, petugas medis langsung melakukan perawatan hingga kondisinya mengalami peningkatan yang sangat baik. Akan tetapi, selang tujuh hari kemudian, tepatnya 4 April 2020, perempuan tersebut memutuskan pulang paksa dan kembali ke Jakarta.

“Dia merasa sehat dan baik-baik saja setelah dirawat intensif oleh petugas medis RSUD Bangil, Tapi setelah tujuh hari memutuskan balik ke Jakarta, dan pulang paksa,” tegasnya.
Dengan bertambahnya jumlah pasien yang positif Covid-19, Anang mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, atau bahkan takut berlebihan. Melainkan tetap berpikiran positif bahwasanya Corona atau Covid-19 (Corona Virus Disease) bisa dikalahkan dengan mengikuti seluruh anjuran dari Pemerintah. Yakni senantiasa menjalankan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) meliputi mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, makan makanan sehat dan bergizi, olahraga, minum air putih 8 gelas sehari, dan istirahat yang cukup.

Tak hanya itu saja, Anang juga meminta masyarakat untuk melaksanakan social and physical distancing (jaga jarak dan menghindari keramaian), memakai masker ketika berada di luar rumah serta selalu berada di rumah (stay at home) kecuali untuk keperluan yang bersifat mendesak, seperti kebutuhan pangan dan obat-obatan.

“Saya ajak seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk tidak panic, tapi kita harus selalu waspada. Karena Corona ini virus yang tak terlihat tapi pergerakannya sangat cepat dan bisa menyebar ke mana-mana. Untuk itu, saya minta semuanya untuk tetap berada di rumah demi dapat memutus rantai penyebaran Virus Corona ini. Kita jaga pola dan gaya hidup kita dengan menjaga kebersihan dan kesehatan. Jaga jarak minimal 1 meter, hindari keramaian, dan pakai masker kemana-mana, apalagi sampai mudik atau pulang kampung,” tegasnya

Terhadap keluarga para pasien Positif Corona, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasuruan terus melakukan tracing dan tracking. Tracing bertujuan untuk memastikan kontak erat, istilah untuk keluarga dan orang-orang yang selama ini berhubungan atau berkomunikasi dengan pasien. Sedangkan tracking lebih pada penelusuran terhadap riwayat perjalanan dari pasien itu sendiri. (emil/Anang Saiful Wijaya)



Share:

Minggu, 05 April 2020

Cegah COVID-19, Pemerintahan Desa Ketegan Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dirumah Warga

Pemerintahan Desa Bersama Warga dan Relawan Lakukan Penyemprotan 

Ketegan - Wabah COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 2.273 kasus konfirmasi positif, 164 kasus sembuh, dan 198 kasus meninggal dunia. Upaya pemerintah menekan penyebaran virus ini sudah dilakukan dengan melakukan physical distancing hingga kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PPSB). 

Kabupaten Pasuruan tidak henti-hentinya melakukan upaya pencegahan dengan melakukan himbauan pemerintah dan juga melakukan penyemprotan Disinfektan. Upaya pencegahan juga dilakukan di Desa Ketegan dengan melakukan penyemprotan Disinfektan dirumah warga. Penyemprotan dilakukan oleh Pemerintahan Desa yang meliputi, kepala desa, perangkat desa, BPD, LPMD, dibantu warga dan relawan. Minggu (05/04/2020)

Mobil yang melintas di jalan raya tak luput dari penyemprotan disinfektan
 
Ketua BPD Desa Ketegan, Zainuddin mengungkapkan bahwa penyemprotan ini adalah sebagai ikhtiar bersama pemerintah Desa Ketegan bersama masyarakat mencegah Covid-19 masuk ke Desa Ketegan.

"Penyemprotan disinfektan ini salah satu ikhtiar mencegah masuknya virus corona ke desa kita, insya Allah nantinya akan kita laksanakan rutin setiap minggu sampai dinyatakan sudah aman dan bebas dari virus yang mematikan ini," ungkapnya

Tak hanya dirumah warga di jalan raya juga dilakukan penyemprotan bagi kendaraan yang melewati jalan di Desa Ketegan.
Share:

Jumat, 03 April 2020

Pelajar SMKN Winongan Produksi Ratusan Masker. Tak Dijual, Melainkan Dibagikan Gratis Ke Masyarakat


Kepsek, Guru dan Siswa SMKN Winongan membagikan masker di depan sekolah 

Winongan - Meskipun tak memiliki kelas tata busana, para pelajar SMKN Winongan tergerak hati untuk memproduksi masker dalam jumlah banyak. Bukan untuk dijual, melainkan dibagi-bagikan kepada para pengendara sepeda motor, pengayuh becak dan supir-supir truk yang melintas di depan sekolah.


Seperti yang terlihat pada Jumat (03/04/2020) pagi. Belasan pelajar SMKN Winongan plus guru dan Kepala Sekolah membagi-bagikan masker kepada para pengendara maupun pejalan kaki yang lewat di depan sekolah mereka.


Tak butuh waktu lama, ratusan masker tersebut habis hanya dalam hitungan menit saja.

Dewi, salah satu siswi mengaku senang sekali bisa berbagi masker dengan masyarakat. Utamanya mengisi kebosanan saat harus belajar di rumah.


“Tugas dari guru sudah selesai, dan saya gak boleh ke mana-mana. Mumpung disuruh ke sekolah untuk kegiatan ini, makanya langsung mau. Bosen di rumah terus,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala SMKN Winongan, Evi Ristiana Andayani mengatakan, ratusan masker yang dibagikan gratis ke masyarakat adalah buatan tangan para  anak didiknya. Meskipun tidak ada kelas tata busana, dirinya mengajak siswa-siswi yang bisa menjahit, untuk membuat masker dengan kain yang sudah disediakan pihak sekolah.


“Banyak sekali anak-anak kami yang pandai menjahit. Saya pun juga bisa menjahit, makanya pas saya tawari, anak-anak sangat antusias,” terangnya.


Kepada Suara Pasuruan, Evi menjelaskan bahwa kain yang digunakan untuk membuat masker adalah kain seragam pegawai yang tak terpakai. Meski tak terpakai, kain tersebut masih bagus, sehingga layak untuk disulap menjadi masker dengan jumlah banyak.


“Kebetulan sesuai kebijakan Pemerintah yang menginginkan refocusing anggaran maupun kegiatan untuk penanganan Covid-19. Itulah yang mendasari kami untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker sebagai media efektif dalam melindungi percikan batuk atau bersin-bersih dari orang lain,” jelasnya.


Ditambahkan Evi, produksi masker yang diakhiri dengan pembagian secara gratis ke masyarakat, tak hanya dilakukan sehari saja. Melainkan hingga habis, sisa kainnya. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker.


“Apalagi harga masker langsung meroket, bahkan tak jarang yang sampai kesulitan mencari masker di toko, apotik maupun tempat-tempat perbelanjaan lainnya. Semoga dengan kepedulian kami, setidaknya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat agar terhindar dari Covid-19,” urainya. (emil)
Share:

Lindungi Masyarakat Lapisan Bawah Di Tengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Bebaskan Tarif Listrik 450 VA


Jakarta - Sebagai bagian dari perlindungan sosial untuk masyarakat lapisan bawah di tengah pandemi Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan mekanisme pelaksanaan pemberian stimulus tarif listrik terkait pembebasan biaya tarif listrik bagi konsumen 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan 50 persen kepada konsumen bersubsidi 900 VA.

Dalam konferensi pers yang disampaikan di Jakarta, Rabu (1/4/2020), Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana menyatakan bahwa keringanan tagihan listrik bagi pelanggan rumah tangga daya 450 VA yang reguler atau pascabayar akan digratiskan biaya pemakaian dan biaya beban.

“Untuk golongan 450 VA yang reguler (pascabayar) atau pakai dulu baru bayar, berapapun pakainya ya gratis, tidak bayar apa-apa. Antisipasi pemakaian konsumen reguler yang melebihi batas, Kementerian ESDM dan PLN sudah memiliki database penggunaan masing-masing konsumen. Jadi nanti bakal jepret juga skeringnya kalau melebihi batas”, tuturnya.

Khusus prabayar 450 VA, pemerintah akan memberikan token gratis setiap bulan sebesar pemakaian tertinggi dari tiga bulan terakhir. Penerapan mekanisme keringanan pembayaran ini akan diterapkan serupa pada pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi.

“Masing-masing pelanggan konsumsinya beda-beda, kami sudah punya profil pelanggan, angka maksimum dari pemakaian tiga bulan terakhir, yang kita berikan selama tiga bulan ke depan. Yang reguler akan diberikan diskon 50 persen dari biaya pemakaian dan biaya beban”, jelasnya.

Sedangkan bagi konsumen 900 VA prabayar, setiap bulannya akan diberikan token listrik gratis sebesar 50 persen dikalikan pemakaian bulan tertinggi dari tiga bulan terakhir. Selama tiga bulan ke depan, mulai bulan April hingga Juli, kedua pelanggan 450 VA dan sebagian 900 VA akan mengikuti mekanisme yang sudah ditentukan.

“Persis seperti 450 VA, hanya saja tidak gratis tetapi bayarnya hanya 50 persen. Sekiranya akan mengikuti perkembangan nasional (meredanya Covid-19), jika masih dibutuhkan untuk memberikan keringanan kepada saudara-saudara yang membutuhkan tidak tertutup kemungkinan akan diperpanjang”, tambahnya.

Rida menegaskan bahwa kebijakan pemberian keringanan tagihan listrik tersebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam membantu perekonomian masyarakat miskin dan tidak mampu. Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 3,5 triliun untuk pelanggan listrik tidak mampu sebagai bagian dari perlindungan sosial untuk masyarakat lapisan bawah di tengah pandemi Covid-19.

“Ini bukti pemerintah siap hadir di setiap kondisi. Sekiranya diperlukan pemberian keringanan izinkan dievaluasi sesuai keadaan. Target dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1/2020 ini sebagaimana disampaikan oleh Presiden kemarin adalah hanya untuk dua golongan pelanggan yang selama ini telah menerima subsidi”, imbuhnya seperti yang dikutip dari laman Kementerian ESDM.

Dari besaran angka tersebut diasumsikan dari volume rata-rata konsumsi untuk 450 VA yang berjumlah 24 juta adalah 85,25 KWh per bulan atau sekitar Rp 40.000 tagihan listrik per bulan. Sedangkan bagi 7 juta pelanggan 900 VA adalah 104,27 KWh atau sekitar Rp 30.000 setelah diskon 50 persen. (Eka Maria)
Share:

Total Tayangan Halaman

AGENDA