Pemerintah Desa Ketegan

Mengutamakan Pelayanan Masyarakat

KIM SWARA KETEGAN

Sekretariat KIM SWARA KETEGAN

JUARA 1

KIM Swara Ketegan, KIM Tereksis di Media Sosial Instagram dan Facebook

LAWAN COVID-19

Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19

PANITIA PENJARINGAN PERANGKAT DESA

Kaur Perencanaan Desa Ketegan Tahun 2021

Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Januari 2020

Intensitas Hujan Tinggi, 15 Desa Di Kecamatan Rejoso dan Winongan Terendam Banjir

 Forkopimka bersama Kapolres Pasuruan evakuasi warga di Desa Sadengrejo

Pasuruan - Intensitas hujan cukup tinggi terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan dari siang hingga malam hari kemarin, (07/01/2020). 15 desa di Kecamatan Rejoso dan Winongan terendam banjir. Banjir mulai merendam Dusun Jetis, Desa prodo Kecamatan Winongan sore hari pukul 17.20 WIB. Sungai Winongan yang tidak bisa menampung air hujan dan kiriman dari Lumbang mengakibatkan meluapnya air sungai ke pemukiman warga. 

Hujan yang tak kunjung berhenti juga mengakibatkan banjir meluas di wilayah Kecamatan Winongan yaitu Desa Winongan Kidul, Bandaran, Lebak, Winongan Lor, dan Desa Mendalan. Hingga tengah malam banjir mulai menggenangi wilayah Kecamatan Rejoso. Desa Sadengrejo, Desa Kawisrejo, Desa Rejoso Kidul, Desa Kedungbako, Desa Karangpandan, Desa Pandanrejo, Desa Kemantrenrejo, Desa Arjosari dan Desa Toyaning.

Banjir di Desa Prodo menggenang pemukiman warga

Banjir terparah di Kecamatan Winongan adalah di Desa Prodo, sedangkan di Kecamatan Rejoso adalah di Desa Sadengrejo. Pemantauan juga dilakukan oleh BPBD, Tagana, dan Kancana Berdaya Kabupaten Pasuruan dengan menerjunkan personilnya ke beberapa titik banjir. Forkopimka Kecamatan juga tak ketinggalan memberikan bantuan bekerjasama dengan pemerintah desa setempat. Posko obat-obatan dan dapur umum dipusatkan di kantor desa setempat. 
Share:

Sabtu, 04 Januari 2020

BPBD Kabupaten Pasuruan Himbau Masyarakat Waspada Pohon Tumbang


Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) terus menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap ancaman bencana puting beliung, tanah longsor dan banjir.
Himbauan ini bukan tanpa sebab. Beberapa hari hujan deras disertai angin kencang telah menyebabkan 1 rumah warga di Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso, serta 2 rumah warga Dusun Jatisari, Desa Purwodadi, roboh akibat tertimpa pohon tumbang.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati mengatakan, 2 rumah warga yang tertimpa pohon tumbang di Desa Purwodadi terjadi pada Jumat (03/01/2020) pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Hanya lecet saja, cucu salah satu pemilik rumah yang tertimpa pohon. Namanya Mubarok Al Kautsar. Sudah diberikan perawatan,” katanya.
Dengan kejadian itu, Tecto menghimbau masyarakat agar senantiasa waspada dan hati-hati dengan kondisi alam yang kurang bersahabat seperti sekarang.
“Namanya bencana kita tidak tahu datangnya. Tapi seminimal mungkin kita sudah mengantisipasinya dengan selalu waspada kalau hujan turun dengan derasnya. Apalagi disertai angin kencang. Kalau punya pohon besar dan sangat tinggi, mungkin bisa dipangkas,” imbuhnya.

Di musim penghujan seperti saat ini, BPBD Kabupaten Pasuruan siap mendampingi masyarakat dalam hal kebencanaan. Seperti contohnya melakukan pembersihan Jembatan Magersari, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati. Kata Tecto, jembatan tersebut sempat buntu akibat banyaknya material tanah, barongan (ranting pohon bamboo) dan sampah lain yang merupakan kiriman dari wilayah Winongan atas.
“Kalau dibiarkan ya jelas akan masuk ke jalan raya dan menggenangi rumah warga. Makanya kita turun bersama para relawan dan tagana untuk membersihkan sampahnya,” tegasnya.
Sementara itu, saat ditanya seputar wilayah di Kabupaten Pasuruan yang masuk dalam daerah rawan bencana banjir, Tecto menegaskan ada 9 kecamatan. Yakni Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rejoso, Grati, Winongan, Gondang Wetan.
Apabila terjadi bencana banjir, pihaknya akan mendirikan posko bencana di beberapa wilayah. Di antaranya di Kalirejo, Bangil; Tambakrejo, Kraton; dan Kedawung Kulon, Grati. Posko tersebut sebagai bagian koordinasi, di samping selalu siap untuk memberikan bantuan yang sifanya urgent. Seperti dapur umum, obat-obatan dan keperluan bencana lainnya.
“Semoga Kabupaten Pasuruan dijauhkan dari bencana. Sampai sejauh ini, tidak ada laporan banjir. Hanya genangan saja, dan itu tidak masuk ke pemukiman warga,” pungkasnya kepada Suara Pasuruan. (emil)
Share:

Kamis, 26 Desember 2019

Waspadai Angin Kencang Pas Musim Penghujan


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman bencana saat datangnya musim hujan. Khususnya bencana angin kencang yang sulit diprediksi keberadaannya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana mengatakan, musim hujan kerap disertai dengan cuaca ekstrem dan angin kencang. Sejauh ini, cuaca esktrem sudah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Seperti Jember dan beberapa daerah lain yang membuat kerusakan rumah-rumah ataupun pohon tumbang.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai angin kencang ini. Karena keberadaan angin kencang, bisa melanda di semua wilayah,” kata Bakti saat ditemui di kantornya, Selasa (24/12/2019).
Dengan potensi bencana tersebut, BPBD Kabupaten Pasuruan terus siaga sewaktu-waktu. Hal itu penting dilakukan agar masyarakat tidak panic maupun bingung saat melaporkan adanya kejadian bencana. Kata Bakti, banyak relawan yang sudah bertahun-tahun memiliki pengalaman kebencanaan. Sehingga dirinya mengaku sangat terbantukan dengan keberadaan mereka semua.
“Saya ucapkan terima kasih untuk para relawan yang dengan ikhlasnya senantiasa membantu kita dalam hal kebencanaan. Tanpa mereka, sudah pasti kami sangat kewalahan,” tandasnya.
Lebih lanjut Bakti menegaskan bahwa dalam hal antisipasi bencana, pihaknya mengaku sudah menyebar edaran ke kecamatan-kecamatan. Supaya, pihak kecamatan juga berperan aktif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan risiko bencana.
 “Edaran sudah kami layangkan. Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai risiko bencana,” tambahnya.
Selain sosialisasi melalui surat edaran, berbagai antisipasi juga bisa dilakukan. Salah satunya dengan memangkas pohon-pohon yang kondisinya mengkhawatirkan. Khususnya, pohon tumbang imbas terpaan angin kencang. Menurut Bakti, pohon-pohon yang sangat tinggi dan memiliki potensi roboh, sudah banyak yang dipangkas. Hal itu bertujuan mengurangi kemungkinan kejadian yang tak diinginkan bersama.
“Kita sudah bekerja sama dengan DLH untuk melakukan pemangkasan ranting dan dahan pohon di sepanjang jalan propinsi maupun jalan lainnya. Hal ini kita lakukan demi mengantisipasi kemungkinan pohon ini roboh,” jelasnya kepada Suara Pasuruan. (emil)
Share:

Jumat, 04 Januari 2019

Minimalisir Resiko Bencana, BPBD Kabupaten Pasuruan Tingkatkan Kewaspadaan



Mengantisipasi terjadinya bencana di masa puncak musim hujan saat ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) intens meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi alam yang berpotensi mengakibatkan bencana. Baik banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana menyikapi tingginya resiko bencana di wilayah Kabupaten Pasuruan terutama di musim penghujan.     
Diantara skenario pengurangan resiko bencana dilakukan dengan rajin menghimbau masyarakat agar sadar bencana serta mampu mengurangi resiko bencana. Artinya, masyarakat mampu mengenali ancaman bencana untuk kemudian disikapi langsung. Misalnya, pemaprasan pohon-pohon besar/ tua yang berpotensi roboh/ keropos jika terjadi angin kencang.         
“Kami terus meningkatkan kewaspadaan bencana agar dapat mereduksi resiko bencana. Terutama memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya sadar bencana. Jika sudah ada kesadaran, maka mereka bisa lebih tangguh dalam menghadapi ancaman bencana”, tuturnya pagi tadi, Rabu (2/1/2019) pada saat dikonfirmasi Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan.    
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Pasuruan intens bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda melalui sistem informasi monitoring pengiriman data curah hujan. Termasuk berkoordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan dengan penanganan bencana seperti PU Bina Marga, Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kecamatan dalam melakukan mitigasi bencana.             
“Di SK Bupati tentang Siaga Bencana kan sudah disebutkan jika seluruh OPD yang berhubungan dengan penanganan bencana wajib melakukan mitigasi terhadap kondisi hidrometeorologi yang bisa sebabkan bencana. Ini berlaku sejak Desember 2018 sampai Maret 2019. Pastinya prosesnya harus sesuai dengan SOP yang berlaku”, terangnya.  
Bakti menambahkan, hal terpenting dalam penanganan bencana adalah penyelamatan manusia agar jangan sampai ada korban atau zero victim. Setidaknya ada lima ribu relawan siap untuk membantu masyarakat dalam menghadapi bencana. Sementara itu, hasil dari pemetaan kawasan rawan bencana banjir di Kabupaten Pasuruan ada sepuluh Kecamatan. Masing-masing, Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Grati, Gondangwetan, Nguling, Rejoso, Pohjentrek dan Winongan.
Sebelumnya, dalam Apel Siap Siaga Penanggulangan Bencana di halaman Sentra Produk Unggulan, Pogar Bangil, (5/12/2018), Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menyampaikan bahwa Pemkab Pasuruan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal kebencanaan. Diantaranya Kementrian Pekerjaan Umum untuk melakukan normalisasi sungai Kedunglarangan, pelebaran dan pendalaman sungai dari Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil sampai ke selat Madura. (Repost by Eka Maria)
Share:

Total Tayangan Halaman

AGENDA