Pemerintah Desa Ketegan

Mengutamakan Pelayanan Masyarakat

KIM SWARA KETEGAN

Sekretariat KIM SWARA KETEGAN

JUARA 1

KIM Swara Ketegan, KIM Tereksis di Media Sosial Instagram dan Facebook

LAWAN COVID-19

Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19

PANITIA PENJARINGAN PERANGKAT DESA

Kaur Perencanaan Desa Ketegan Tahun 2021

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2020

Adaptasi Kebiasaan Baru, Kominfo Jatim Gelar Web Seminar KIM Se-Provinsi Jawa Timur


Kominfo Jatim - Memasuki adaptasi baru Kominfo Jawa Timur menggelar Web Seminar KIM Se-Provinsi Jawa Timur. Acara yang digelar melalui platform Zoom dan live streaming Youtube ini diikuti 180 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jawa Timur. Kamis (27/08/2020)

Acara yang juga dihadiri Narasumber Widodo Muktiyo Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Daeng M. Faqih Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dewi Nur Aisyah Tim Pakar Satgas Covid-19.

Dalam pemaparannya Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Widodo Muktiyo menyampaikan apresiasi kepada KIM dalam menghadapi Covid-19 dan menjadi pilar penting mensukseskan desiminasi informasi sebagai literasi media sosial.
 
"Saya sangat mengapresiasi KIM yang sudah berpartisipasi dengan menunjukkan adanya kesadaran kita bersama dalam melawan covid-19, KIM juga menjadi pilar penting untuk mensukseskan desiminasi informasi  dan literasi media sosial," papar Widodo
 
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih menambahkan perlunya menerapkan protokol kesehatan selama vaksin belum ditemukan.
 
"Covid-19 setiap hari semakin bertambah banyak, KIM yang menjadi influencer diharapkan bisa mencegah penyebaran covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan selama vaksin belum ditemukan," tambah Daeng
 
Tim Pakar Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengapresiasi KIM dan masyarakat untuk selalu jaga kesehatan, daya tahan tubuh dan bergotong royong mencegah penyebaran Covid-19.
 
"Saya mengapresiasi KIM dan masyarakat untuk selalu jaga kesehatan, daya tahan tubuh dan bergotong royong serta saling menjaga adalah kunci kesuksesan mencegah penyebaran Covid-19," terang Dewi Nur Aisyah
 
Diakhir sesi acara, sesi tanya jawab diberikan kepada 6 penanya dengan 3 penanya terbaik mendapatkan reward dari Kominfo Jatim. Selain itu diadakan meme chalenge dengan tema "Maskerku Lindungimu, Maskermu Lindungi Aku" dengan 3 terbaik mendapat reward dari Kominfo Jatim. Diakhir acara juga dilakukan foto bersama dengan peserta seminar.
Share:

Minggu, 05 April 2020

Cegah COVID-19, Pemerintahan Desa Ketegan Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dirumah Warga

Pemerintahan Desa Bersama Warga dan Relawan Lakukan Penyemprotan 

Ketegan - Wabah COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 2.273 kasus konfirmasi positif, 164 kasus sembuh, dan 198 kasus meninggal dunia. Upaya pemerintah menekan penyebaran virus ini sudah dilakukan dengan melakukan physical distancing hingga kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PPSB). 

Kabupaten Pasuruan tidak henti-hentinya melakukan upaya pencegahan dengan melakukan himbauan pemerintah dan juga melakukan penyemprotan Disinfektan. Upaya pencegahan juga dilakukan di Desa Ketegan dengan melakukan penyemprotan Disinfektan dirumah warga. Penyemprotan dilakukan oleh Pemerintahan Desa yang meliputi, kepala desa, perangkat desa, BPD, LPMD, dibantu warga dan relawan. Minggu (05/04/2020)

Mobil yang melintas di jalan raya tak luput dari penyemprotan disinfektan
 
Ketua BPD Desa Ketegan, Zainuddin mengungkapkan bahwa penyemprotan ini adalah sebagai ikhtiar bersama pemerintah Desa Ketegan bersama masyarakat mencegah Covid-19 masuk ke Desa Ketegan.

"Penyemprotan disinfektan ini salah satu ikhtiar mencegah masuknya virus corona ke desa kita, insya Allah nantinya akan kita laksanakan rutin setiap minggu sampai dinyatakan sudah aman dan bebas dari virus yang mematikan ini," ungkapnya

Tak hanya dirumah warga di jalan raya juga dilakukan penyemprotan bagi kendaraan yang melewati jalan di Desa Ketegan.
Share:

Jumat, 03 April 2020

Antisipasi Minimnya Stok Darah, UDD PMI Kabupaten Pasuruan Himbau Pendonor Tepat Waktu


Pasuruan - Mengantisipasi minimnya persediaan stok darah selama Ramadhan dan pasca Lebaran, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan terus menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama para pendonor rutin agar datang mendonorkan darahnya jika sudah waktunya. Caranya, cukup datang ke kantor UDD PMI Kabupaten Pasuruan di Jl Raya Raci KM 15 Bangil atau dapat menghubungi terlebih dulu di nomor 0343-744149.     

Berdasarkan data infografis tentang info stok darah yang diterima Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan pada hari Kamis (2/4/2020), komponen darah yang paling sering dibutuhkan yakni jenis Whole Blood (WB) untuk resus A positif sebanyak 30 bag, Pakced Red Cell (PRC) sebanyak 22 bag dan Thrombocyte Concentrate (TC) tidak ada stok alias kosong. Untuk golongan darah B resus positif, jenis WB sebanyak 32 bag, PRC sebanyak 20 bag dan TC masih kosong.

Sementara itu, persediaan darah golongan O resus positif jenis Wb sebanyak 46 bag, PRC sebanyak 30 bag dan TC masih kosong. Sedangkan golongan darah AB resus positif, jenis WB sebanyak 4 bag, PRC sebanyak 2 bag dan TC dengan stok yang masih kosong, sama dengan ketiga golongan darah lainnya. Sehingga hal itu menjadi kebutuhan mendesak yang perlu segera dipenuhi.

Untuk menjamin keamanan dan proteksi para pendonor, UDD PMI Kabupaten Pasuruan telah melaksanakan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 terkait pelaksanaan donor darah.   Diantaranya, menyediakan sarana prasarana tambahan baik ruangan atau bus yang sesuai standar untuk pengambilan darah, melakukan pengukuran suhu tubuh kepada setiap calon pendonor, memberikan hand sanitizer dan masker.

Di sisi lain, UDD PMI Kabupaten Pasuruan memberikan formulir penyelidikan epidemiologi virus Corona kepada setiap calon pendonor yang dibatasi maksimal 100 orang. Berikut dengan selalu memperhatikan pengaturan jarak aman untuk pencegahan penularan di area donor, baik untuk letak tempat tidur atau posisi tempat duduk di ruang tunggu dan jumlah orang dalam satu tempat (1 meter atau lebih). Termasuk selalu memperhatikan kebersihan dan keamanan UDD serta rutin melakukan penyemprotan desinfektan baik di dalam gedung atau di luar gedung, minimal 3 kali sehari, terutama pada jam pelayanan.

Kegiatan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 terkait pelaksanaan donor darah lainnya yang juga dilaksanakan oleh UDD PMI Kabupaten Pasuruan yakni promosi cuci tangan, etika batuk/ bersin dan pencegahan Covid-19 secara teratur. Dengan demikian, masyarakat yang akan mendonorkan darahnya akan tetap terlindungi dan terjaga kenyamanannya. (Eka Maria)


Share:

Selasa, 31 Maret 2020

Tiga Pasien Positif Covid-19 Jatim, Kembali Dinyatakan Sembuh


Surabaya - Tiga orang pasien Virus Corona atau Covid-19 di Jawa Timur kembali dinyatakan konversi negatif atau sembuh dan diketahui telah kembali ke keluarganya masing-masing. Sebelumnya, ketiganya dirawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Dengan demikian, total pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Jatim menjadi 16 orang, yaitu 12 orang dari Kota Surabaya, 1 orang dari Kab. Blitar, dan 3 orang dari Kota Malang.


“Per hari ini terdapat penambahan 3 pasien positif Covid-19 di Jatim yang konversi negatif atau sembuh. Ini merupakan  kabar baik lagi bagi seluruh masyarakat Jawa Timur,” ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (30/3/2020).


Oleh karena itu, secara khusus Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah ini menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada seluruh tenaga medis, baik dokter, perawat maupun tim paramedis atas kerja kerasnya selama merawat pasien dengan sangat baik. Ia juga berharap, jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Jatim juga akan terus bertambah.


“Kembali saya mengucapkan terimakasih pada seluruh petugas medik maupun paramedik atas perawatan dan pelayanan yang diberikan pada tiap pasien Covid-19,” imbuhnya.

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan, terkait rapid test yang sudah dibagikan ke dinkes Kab/Kota dan RS rujukan di Jatim telah pelaksanaannya mencapai 1.316. Dan dari total rapid test tersebut diperoleh 28 kasus yang positif. Untuk itu, pihaknya telah meminta tim gugus kuratif untuk segera melakukan swab test, karena rapid test sebenarnya  merupakan screening awal.


“Terhadap 28 hasil rapid test yang terkonfirmasi positif ini, kami akan segera melakukan tes PCR. Dan yang berhak mengumumkan hasilnya nanti adalah pemerintah pusat jika hasilnya  positif ,” terang Khofifah.


Dalam siaran persnya melalui Biro Humas dan Protokol Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur menyebutkan bahwa hingga hari Senin (30/3/2020), terdapat sebanyak 91 orang positif Covid-19 atau bertambah 1 orang dibandingkan hari sebelumnya yakni sebanyak 90 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi sebanyak 5812 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 336 orang, dan pasien yang meninggal menjadi 8 orang bertambah 1 orang dari hari sebelumnya.


Oleh karena itu, seluruh masyarakat di Jawa Timur tetap dihimbau untuk tetap waspada atas penularan Covid-19, salah satunya dengan tertib menerapkan physical distancing. Selain itu, pihaknya telah bekerjasama dengan Forkopimda Jatim untuk melakukan penutupan pada jalan tertentu jam tertentu. Ini penting, untuk mengurangi kerumunan di masyarakat, sehingga potensi penyebaran Covid-19 bisa semakin diminimalisasi.


“Proses yang kami lakukan untuk physical distancing adalah dengan melakukan penutupan pada jalan tertentu pada jam-jam tertentu. Inilah upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemprov  bersama Forkopimda Jatim serta dengan Kabupaten/Kota,” pungkas Khofifah.


Ditambahkan Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim yang juga Dirut RSUD Dr. Soetomo Joni Wahyuadi bahwa satu orang yang dinyatakan meninggal tersebut juga memiliki penyakit bawaan yaitu Dengue Shock Syndrome (DSS). Menurutnya, DSS ini akan sangat berpotensi kematian jika pasien juga terpapar Covid-19. 


“Untuk satu orang pasien yang meninggal dari Pamekasan ini, memang diketahui memiliki penyakit DSS yang tingkat mortalitasnya sangat tinggi jika pasien juga terpapar Covid-19,” terangnya seperti . (Eka Maria)
Share:

Kamis, 26 Maret 2020

Cegah COVID-19 Pemerintah Desa Ketegan Melakukan Penyemprotan Disinfektan

Penyemprotan Disinfektan di Polindes Desa Ketegan
Ketegan - Wabah Virus Corona (Covid-19) yang berasal dari Wuhan, China sudah menjadi pandemi di 114 negara termasuk di Indonesia. Untuk mencegah semakin meluasnya virus ini Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan untuk menerapkan social distancing bagi warga Indonesia. Selain itu, dibeberapa daerah dilakukan pencegahan dengan penyemprotan disinfektan tidak terkecuali di Kabupaten Pasuruan.

Pemerintah Desa Ketegan melalui perangkat desa sesuai intruksi Camat Rejoso juga melakukan penyemprotan ditempat umum seperti kantor desa, balai desa, polindes, dan sekolah. Kamis (26/03/2020)
Penyemprotan Disinfektan di Kantor Desa Ketegan
Kepala Desa Ketegan, Isnail Ma'rufah menyampaikan selain dengan himbauan dirumah, Pemerintah Desa Ketegan juga melakukan penyemprotan disinfektan ditempat umum seperti kantor desa, balai desa, polindes dan sekolah.

"Selain himbauan untuk warga tetap dirumah, kami juga melakukan pencegahan dengan menyemprotkan disinfektan ditempat umum seperti kantor desa, balai desa, polindes dan sekolah. Untuk di masjid akan dilaksanakan besok sebelum shalat Jum'at, semoga ini cepat berakhir dan warga bisa beraktifitas normal kembali," ujar Isnail
Dari data Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga hari ini (26/03/2020), Jawa Timur terkonfirmasi Positif Covid-19 59 0rang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 3055 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 221 orang, sembuh 7 orang dan meninggal 3 orang.
Share:

Selasa, 17 Maret 2020

Cegah Corona, Pelajar Diminta Belajar Di Rumah, Tingkatkan Pola Hidup Sehat, Hingga Perbanyak Berdoa Dan Bersholawat

Bupati Pasuruan bersama Forkopimda Kabupaten Pasuruan dalam Konferensi Pers di Graha Isyana
Pasuruan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menggelar Konferensi Pers dalam rangka pencegahan terhadap perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19),  di Graha Isyana, Komplek Rumah Dinas Bupati Pasuruan, Senin (16/03/2020) siang.

Konferensi Pers tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf dan dihadiri Wakil Bupati, KH Abdul Mujib Imron; Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan; Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Donny Alexander; Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Arh Burhan Fadjari Arfian; Kejari Kabupaten Pasuruan, Ramdhanu Dwiyantoro; serta Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan.

Dalam keterangan persnya, Bupati Irsyad menyampaikan 20 poin penting yang intinya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi penyebarannya.

Dari dua puluh poin penting, beberapa hal yang harus disampaikan diantaranya
Pertama, Pemerintah Kabupaten Pasuruan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan menunjuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan sebagai leading sector.

Kedua, menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk menunda kegiatan yang menimbulkan kerumunan masa.

Ketiga, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada semua jenjang dan jenis Pendidikan di Kabupaten Pasuruan dilakukan di rumah masing-masing, terhitung mulai tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan 29 Maret 2020.

Keempat, kegiatan pembelajaran di rumah dapat dilakukan melalui Teknologi Informasi Komunikasi melalui internet dan media pembelajaran lainnya, tugas mandiri dipantau oleh Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas. Khusus siswa kelas IX SMP/MTs dan kelas VI SD/MI yang akan mengikuti Ujian Sekolah/ Try Out tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prosedur Kesehatan yang telah ditentukan.  Sedangkan seluruh Guru/ Pengajar/ Instruktur agar menyiapkan materi pembelajaran dan melaksanakan proses belajar mengajar melalui metode dalam jaringan (online) maupun melalui penugasan terstruktur sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan serta melakukan evaluasi hasil setelah peserta didik Kembali ke sekolah;

Kelima, lingkungan Pondok Pesantren dihimbau tetap menjaga Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS), sedangkan proses belajar mengajar diserahkan sepenuhnya kepada pimpinan pondok pesantren.

Ketujuh, menunda perjalanan Dalam dan Luar Negeri yang terjangkit Virus Covid 19

Kedelapan, memantau warga yang menunjukkan gejala demam, batuk dan mengalami kesulitan bernafas serta memiliki Riwayat perjalanan ke negara terjangkit (Tiongkok, Singapura, Hongkong, Republik Korea dan Thailand) untuk segera dilaporkan ke Puskesmas/ Dinas Kesehatan;

Kesembilan, senantiasa melakukan dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, diantaranya dengan menjaga kebersihan tangan secara rutin, menutup mulut dan hidung dengan tissue Ketika bersin atau batuk, menggunakan masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan Kesehatan ketika memiliki gejala penyakit saluran pernafasan, Istirahat bila sedang sakit serta menjaga Kesehatan dengan mengkonsumsi buah dan sayur;

“Yang paling penting adalah senantiasa meningkatkan sosialisasi kewaspadaan penyakit Corona yang dilakukan oleh semua pihak dan memantau perkembangan, baik pemeriksaan, pengawasan dan pemantauan. Saya juga menghimbau agar masyarakat untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan seperti aksi panic buying,” ucap Irsyad dalam konferensi persnya.

Sejauh ini, Pemkab Pasuruan terus Berkoordinasi dengan instansi terkait/ Desa/ Forkopimka/ Forkopimda untuk menjaga suasana kondusif dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga stabil. Di samping itu, Pemkab Pasuruan juga telah membangun Posko Kewaspadaan Dini Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

“Silahkan masyarakat bisa menghubungi nomor hotline 0853 3441 5276. Ini adalah nomor posko yang bisa sewaktu-waktu ditelpon,” pungkasnya.

Di akhri konferensi persnya, Bupati Irsyad juga mengajak masyarakat untuk sama-sama memperbanyak berdoa dan bersholawat, agar dijauhkan dari segala mara bahaya dan penyakit.

“Mari kita memerbanyak istighfar, berdzikir dan bersholawat. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua, Amin Ya Robbal Alamin,” tegasnya. (emil)
Share:

Senin, 18 Februari 2019

Rapat Koordinasi Pembentukan PMI Kecamatan Rejoso



Dalam rangka menanggulangi dan meningkatkan kewaspadaan bencana di Kabupaten Pasuruan, PMI Kabupaten Pasuruan mengadakan rapat koordinasi dengan membentuk PMI Kecamatan Rejoso hari ini (18/02/2019) di Pendopo Kecamatan Rejoso. Acara yang dihadiri oleh Babinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa, PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat dan Pembina PMR Sekolah. 

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diawali dengan sambutan Plt Camat Rejoso Bpk. Komari dan dilanjutkan oleh Ibu Erna selaku narasumber dari PMI Kabupaten Pasuruan. Dan dilanjutkan dengan pembentukan PMI Kecamatan Rejoso.

Pembentukan PMI Kecamatan Rejoso ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menanggulangi  bencana di Kabupaten Pasuruan khususnya Kecamatan Rejoso. Mengingat Kecamatan Rejoso adalah salah satu Kecamatan yang sering mengalami bencana terutama bencana banjir di musim Penghujan. Beberapa Desa seperti Desa Toyaning, Desa Sadengrejo, Desa Arjosari, Desa Kedungbako, Desa Sambirejo dan Desa Kawisrejo merupakan Desa yang sering dilanda bencana banjir di musim penghujan.

Share:

Jumat, 15 Februari 2019

Posyandu USILA Desa Ketegan



Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan Pemerintah Desa Ketegan melalui Bidan Desa bekerjasama dengan Kader Kesehatan Desa Ketegan mengadakan agenda rutin Posyandu USILA tiap bulan yang bertempat di Polindes Desa Ketegan.

Kegiatan rutin ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, baik fisik maupun psikologis, melalui kegiatan posyandu lanjut usia yang mandiri dalam masyarakat. Beberapa manfaat dari posyandu itu sendiri mempertahankan kesehatan fisik para lansia agar selalu bugar. Di posyandu ini para lansia akan diperiksa kesehatannya oleh petugas kesehatan, baik keluhan saat ini, tekanan darah, pemeriksaan kimia darah (kolesterol, gula darah asam urat), dsb. Mempertahankan kesehatan psikologis lansia. Saat menghadiri posyandu, para lansia akan bertemu dengan sebayanya, mereka akan saling berkomunikasi dan berinteraksi. Hal tersebut akan menjadi obat kesepian dan kesedihan mereka.

Peserta posyandu usila termasuk kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun), kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas), dan kelompok usia lanjut dengan risiko tinggi (70 tahun ke atas). Kelompok usia lansia merupakan golongan orang yang memerlukan perhatian khusus dari keluarga dan lingkungan. Kebanyakan dari mereka secara tidak sadar, tidak mampu memenuhi sendiri kebutuhan akan kesehatannya.
Share:

Rabu, 16 Januari 2019

Lomba Senam Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Desa Ketegan Raih Juara Harapan 3

Para Juara Lomba CTPS bersama Camat dan Bu Camat Rejoso

Dalam rangka peningkatan program PKK, PKK Kecamatan Rejoso mengadakan Lomba Senam Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Lomba yang diadakan Senin (14/01/2019) di Pendopo Kecamatan Rejoso yang diikuti oleh 16 Desa di Kecamatan Rejoso. 

Lomba yang diadakan untuk mensosialisasikan cuci tangan pakai sabun ini bertujuan agar para Kader PKK di Desa wilayah masing-masing diharapkan bisa mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya cuci tangan menggunakan sabun.

Lomba ini sendiri menghasilkan Juara Pertama diraih Desa Patuguran, Juara Kedua Desa Kawisrejo, Juara Ketiga Desa Arjosari, Juara Harapan Satu Desa Jarangan, Juara Harapn Dua Desa Sambirejo dan Juara Harapan Tiga Desa Ketegan.
Share:

Senin, 17 Desember 2018

Jemput Bola Pelayanan BPJS Kesehatan


Dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat Pemerintah Desa Ketegan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan mengadakan Jemput Bola pelayanan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang bertempat di Balai Desa Ketegan hari Jum'at kemarin (14/12/2018). 
Jemput Bola ini bertujuan untuk membenahi KIS warga yang salah baik alamat, nama, NIK atau Faskesnya. Sebelum mendatangkan BPJS Kesehatan, Perangkat Desa mendata warga yang KISnya salah dicek dulu ke Dinas Sosial untuk mengetahui keaktifan KIS. Setelah dicek dan masih aktif Pemerintah Desa mengirim surat pengajuan ke BPJS Kesehatan. Sambil menunggu balasan dari BPJS  Kesehatan, Perangkat Desa Kasi Kesra bersama warga berangkat ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan dengan perwakilan satu KK satu orang. Dan Jum'at kemarin BPJS Kesehatan baru bisa melaksanakan Jemput Bola ke Desa Ketegan.
Untuk Desa Ketegan hampir 80 % warga penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) terdapat banyak kesalahan data. Dengan adanya Jemput Bola kemarin semua masalah tersebut dapat diatasi dan diharapkan tak ada lagi warga yang kesulitan saat berobat baik ke Puskesmas atau Rumah sakit.


Share:

Selasa, 04 Desember 2018

Gerakan Cinta Olahraga (GACO) melalui Senam Lansia



    Gerakan Cinta Olahraga ( GACO ) salah satu program kerja PKK di Desa Ketegan. Program ini diwujudkan dengan kegiatan Senam Lansia. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jum'at pagi di halaman Kantor Desa Ketegan. 
 Kegiatan yang diprakarsai oleh Kader PKK bersama Pemerintah Desa ini bertujuan menyehatkan warga lanjut usia karena rentannya terhadap segala macam penyakit. Setelah kegiatan senam dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi warga lansia oleh Bidan Desa. Tak hanya di Desa Ketegan, hampir semua desa di Kecamatan Rejoso juga rutin melaksanakan kegiatan tersebut. 
  Tahun 2017 kegiatan senam lansia sempat dilombakan di tingkat Kecamatan Rejoso dan Desa Ketegan meraih juara III. Kegiatan ini diharapkan bisa rutin dilaksanakan dan dapat memberikan semangat olahraga dikalangan warga yang sudah lanjut usia. Dengan semangat mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.
Share:

Total Tayangan Halaman

AGENDA