Pemerintah Desa Ketegan

Mengutamakan Pelayanan Masyarakat

KIM SWARA KETEGAN

Sekretariat KIM SWARA KETEGAN

JUARA 1

KIM Swara Ketegan, KIM Tereksis di Media Sosial Instagram dan Facebook

LAWAN COVID-19

Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19

PANITIA PENJARINGAN PERANGKAT DESA

Kaur Perencanaan Desa Ketegan Tahun 2021

Kamis, 28 Februari 2019

BIMTEK Petugas Pelaporan Penghitungan Suara Sementara Tingkat Desa



Menjelang Pemilu 2019 Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengadakan BIMTEK Petugas Pelaporan Pemungutan Suara Sementara Tingkat Desa. BIMTEK yang diikuti oleh 365 Desa/Kelurahan di Kabupaten Pasuruan bertempat di Gedung Serba Guna Pemkab Pasuruan, Kamis (28/02/2019)

Petugas Pelaporan nantinya melaporkan hasil pemungutan suara di TPS di Desa masing-masing melalui aplikasi yang servernya dikelola oleh Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan. Laporan pemungutan suara sementara nantinya dilaporkan secara online melalui aplikasi dan laporan manual dikirimkan ke Kecamatan.

Staff Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Sunyono mengatakan, petugas pelaporan harus jeli dan valid dalam menginput data yang dilaporkan serta harus bisa menjaga kerahasiaan datanya. Laporan yang diterima nantinya diteruskan dari Pemkab Pasuruan, Pemprov Jatim dan Kemendagri. 

Kabid Infrastruktur, Aplikasi dan Informatika, Zaki Zamani membimbing langsung bagaimana cara menggunakan aplikasi. Tak butuh waktu lama peserta BIMTEK dalam memahami aplikasi karena sebagian besar petugas pelaporan tahun 2018 kemarin menjadi petugas pelaporan pemungutan suara sementara Pilkada. 

Dari 365 Desa/Kelurahan dibagi menjadi 3 gelombang, masing-masing 8 Kecamatan dari 24 Kecamatan. Pelaporan Pemungutan Suara Sementara Tingkat Desa diharapkan benar-benar memberikan data yang valid tapi bukan sebagai keputusan mutlak untuk ketetapan tetap dikembalikan kepada KPU sebagai lembaga resmi Pemilu 2019.
Share:

Pembinaan KIM Jurnalistik Radio Berbasis Citizen Jurnalism



Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menggelar Pembinaan Jurnalistik bagi anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Fokus kali ini tentang materi Jurnalistik Radio berbasis Citizen Jurnalism yang diikuti lima puluh anggota KIM Cluster I, II dan III di Ruang Rapat Staf Ahli Pemkab Pasuruan, Rabu (27/02/2019).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dalam sambutannya Syaifudin Ahmad mengatakan, Tak banyak daerah-daerah di Jawa Timur yang mempunyai Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) seperti di Kabupaten Pasuruan, karena pengurusan legalitasnya yang rumit. Tahun 2014, Suara Pasuruan yang merupakan radio milik Pemda sudah disahkan menjadi LPPL. Bupati Irsyad Yusuf berharap LPPL Suara Pasuruan menjadi media yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama KIM yang merupakan jurnalisme warga.

Narasumber yang dihadirkan, Sofia Latief atau yang lebih dikenal Inov Alexa penyiar LPPL Radio Suara Pasuruan 107 FM. Dalam pemaparannya, Inov memberikan sebuah gambaran cara bagaimana menyampaikan reportase yang baik, membuat konsep dan mencatat sebelum menyampaikan reportase itu harus dilakukan agar tidak blank atau grogi.

Eka Maria Ulfa Kasi Kemitraan Komunikasi Publik menambahkan dalam penyampaian reportase tidak beda jauh dalam penulisan blog tetap memakai unsur 5W+1H hanya saja blog berupa tulisan, sedangkan reportase disampaikan dengan tutur kata yang komunikatif sehingga bisa dipahami oleh pendengar.

Tak hanya sekedar materi, pembinaan kali ini langsung dipraktekkan didepan peserta pembinaan. Tidak mudah memang dalam penyampaian reportase radio membutuhkan keberanian dan bahasa yang jelas sehingga bisa dipahami oleh pendengar.




Share:

Rabu, 27 Februari 2019

KIM Swara Ketegan Kecamatan Rejoso Gerakkan Masyarakat Peduli Lingkungan



Pengendalian sampah yang masih banyak dibuang beberapa masyararakat di sungai merupakan fokus dari kegiatan Kelompok Informasi Masyarkat (KIM) Swara Ketegan, Desa Ketegan Kecamatan Rejoso dalam aktivitas kesehariannya. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KIM Swara Ketegan, Asrul Kurniawan saat melakukan dialog interaktif dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) Kabupaten Pasuruan pada Senin (25/02/2019) di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Pasuruan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, KIM Swara Ketegan terus berupaya mengatasi kebiasaan buruk warga yang membuang sampah di sungai. Diantaranya dilakukan dengan cara merangkul organisasi kepemudaan Karang Taruna dan tokoh masyarakat agar bersama-sama bergerak menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Cara ini dimulai dengan sosialisasi pembuangan sampah pada tempatnya, sehingga masyarakat dapat menyadari untuk membuang sampah pada tempatnya. Termasuk menyediakan tong sampah desa untuk masyarakat,  merentangkan banner di sekitar sungai dan memberlakukan sistem denda bagi siapapun yang terbukti membuang sampah di sungai.
“Ini dimulai dari bentuk keprihatinan kami terhadap lingkungan kami yang sangat kotor dimana sampah berserakan dimana-mana. Terutama yang sering kami jumpai di sungai adalah pampers bayi yang sangat menjadi momok masalah di Kabupaten Pasuruan ini dan sampai sekarang kami belum menemukan solusinya”, terangnya.
Selain itu, KIM Swara Ketegan juga mulai mengembangkan “bank sampah”. Fungsinya sebagai tempat pengepulan sampah rumah tangga yang diperoleh dari tong sampah dari masing-masing rumah. Sebagai agen informasi, KIM Swara Ketegan bergerak cepat untuk menyebarluaskan informasi mengenai tertib membuang sampah pada tempatnya tersebut melalui media online yakni blog dan media sosial yang dimiliki oleh KIM.
Aksi peduli lingkungan ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk penertiban sampah, namun juga dalam bentuk pelayanan masyarakat. KIM Swara Ketegan aktif menginformasikan tentang apapun yang berkaitan dengan kebijakan maupun informasi desa. Tidak jarang KIM Swara Ketegan membantu masyarakat dalam proses pembuatan KTP-el atau BPJS.
Di sisi lain, dalam hal promosi potensi desa, saat ini potensi Desa Ketegan terpusat di pembuatan Kopyah Rajut yang dibuat oleh ibu-ibu rumah tangga di desa Ketegan. Sedangkan dalam hal pemberdayaan masyarakat, sejumlah pelatihan sudah digelar seperti pelatihan pembuatan kue kering yang bekerja sama dengan Satrya Emas.
“Lagi-lagi KIM Desa ini memang dikondisikan untuk selalu bersinergi dengan program Inovasi Desa yang terus diinisiasi oleh Pemkab Pasuruan. Tentunya juga memaksimalkan peran dan fungsinya dalam melakukan diseminasi di masyarakat. Mudah-mudahan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam hal pemberdayaan masyarakat, terutama di bidang ekonomi atau UMKM Desa dan dalam hal peningkatan SDM”, terang Kasie Kemitraan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan, Eka Maria Ulfa yang menemani KIM Swara Ketegan saat melakukan dialog interaktif. 
Share:

Selasa, 26 Februari 2019

Dinas Kominfo Gelar FGD, Evaluasi Pembinaan KIM Tahun 2018



Dalam rangka evaluasi kegiatan pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Pasuruan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Focus Discussion Group (FGD) KIM. Kegiatan yang dihadiri 50 anggota KIM baik dari Forum KIM Kecamatan maupun dari KIM Cluster 1,2 dan 3. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Staf Ahli Pemkab Pasuruan ini digelar kemarin, Senin (25/02/2019) dengan menghadirkan Narasumber Hadi Sucipto Ketua Forum KIM Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan FGD yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh sambutan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan, Dalam sambutannya Syaifudin Ahmad mengatakan, KIM sangat berperan strategis di masyarakat terlebih di era keterbukaan informasi. Melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat melalui masing-masing media online dan media sosial yang dikelola diantara tugas dan kewajiban KIM yang harus terus ditingkatkan. Tidak terkecuali dengan selalu mendukung visi Bupati Pasuruan. 

Diakui Kabid Komunikasi Publik, Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti bahwa pasca pembinaan yang diberikan sepanjang tahun 2018, eksistensi KIM di Kabupaten Pasuruan saat ini telah menunjukkan progres cukup signifikan. Indikasinya dapat dilihat dari semakin banyaknya KIM Desa yang aktif meng-update konten jurnalistik di media online yang dikelolanya, baik website, blog maupun media sosial yakni Facebook dan Instagram.

Ketua Forum KIM Kabupaten Pasuruan, Hadi Sucipto dalam pemaparannya mengatakan bahwa KIM bisa berkembang bukan hanya dari berita tetapi juga melayani kebutuhan masyarakat dan menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat dengan menjadi mitra Pemerintah karena KIM bukan wartawan ataupun LSM.

Selama forum diskusi yang berlangsung selama kurang lebih empat jam, seluruh peserta tampak  sangat aktif dan antusias. Sehingga kegiatan yang bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus menginventarisir materi pembinaan KIM untuk pelaksanaan tahun 2019 tersebut berjalan dengan dinamis. Beberapa masukan dari Forum KIM Kecamatan menjadi evaluasi agar kedepannya KIM di Kabupaten Pasuruan lebih berkembang lebih luas dan menjangkau 365 Desa/Kelurahan di Kabupaten Pasuruan. Perlu diketahui sampai saat ini KIM di Kabupaten Pasuruan terdata 120 KIM dengan 76 KIM sudah menyerahkan SK.


Share:

Total Tayangan Halaman

AGENDA