Pemerintah Desa Ketegan

Mengutamakan Pelayanan Masyarakat

KIM SWARA KETEGAN

Sekretariat KIM SWARA KETEGAN

JUARA 1

KIM Swara Ketegan, KIM Tereksis di Media Sosial Instagram dan Facebook

LAWAN COVID-19

Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19

PANITIA PENJARINGAN PERANGKAT DESA

Kaur Perencanaan Desa Ketegan Tahun 2021

Sabtu, 18 April 2020

Kabar Menggembirakan. 3 Pasien Positif Covid-19 Di Kabupaten Pasuruan Sembuh Dan Boleh Pulang


Pasuruan - Ketiga pasien tersebut semuanya laki-laki. Terdiri dari 1 orang warga Lumbang (42), 1 orang warga Purwodadi (41) dan 1 orang warga Gondangwetan (51).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, ketiga pasien tersebut sudah dipulangkan sekitar pukul 12.00 WIB, setelah hasil swab kedua, menyatakan negative Covid-19. Meski begitu, ketiga pasien tersebut tetap diminta untuk melaksanakan self isolasion (isolasi mandiri) di rumah selama 14 hari.

“Alhamdulillah, berdasarkan swab, 3 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pasuruan dinyatakan negative, dan diperbolehkan pulang. Dan ini berita yang sangat menggembirakan bagi kita semua,” kata Anang, sesaat setelah memimpin Jumpa Pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Sabtu (18/04/2020).

Dijelaskan Anang, ketiga pasien tersebut mulai masuk RSUD Bangil sejak 27 maret 2020. Ketiganya dalam kondisi stabil, dan diisolasi di Rumah Sakit.

Lalu bagaimana dengan ketujuh pasien positif Covid-19 lainnya? Anang menegaskan bahwa dari hasil swab, 4 pasien lainnya tetap berstatus Positif Covid-19, dan 3 pasien lainnya masih menunggu hasil swab. Oleh karenanya, ketujuh pasien ini masih diisolasi di RSUD Bangil sampai ada pengumuman lebih lanjut.

“Ya kita doakan semoga swab dari tiga pasien lainnya yang masih menunggu, segera keluar hasilnya dan negative. Karena memang kondisi seluruhnya dalam keadaan stabil. Untuk yang empat pasien yang hasil swab nya masih positif, tetap diisolasi di Rumah Sakit sampai ada tes swab lagi dan diumumkan hasilnya,” tegasnya.

Lebih lanjut Anang menyampaikan bahwa untuk hari ini, ada 9 hasil swab yang keluar. Selain dari tujuh pasien Covid-19, ada juga 1 PDP (pasien dalam pengawasan) dari Kecamatan Grati yang hasil swab nya negative dan diperbolehkan pulang, serta 1 PDP asal Kecamatan Puspo yang hasil swab nya positif dan langsung diisolasi di RSUD Bangil. (emil/anang Saiful Wijaya)
Share:

Jumlah Pasien Positif Covid-19 Di Kabupaten Pasuruan Bertambah 1 Orang


Pasuruan - Jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang dinyatakan positif Covid-19, bertambah satu orang. Sehingga total sampai dengan Sabtu (18/04/2020) sore, ada 11 pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Bangil. Terdiri dari 1 warga Kecamatan Bangil, 1 warga Beji, 1 warga Gempol, 1 warga Kraton, 1 warga Lumbang, 1 warga Prigen, 1 warga Purwodadi, 2 warga Puspo, dan 1 warga Rembang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, satu pasien ini adalah perempuan (40), warga Kecamatan Puspo yang punya kontak erat dengan pasien RSUD Bangil yang berstatus positif Covid-19 duluan, dan juga berasal dari Puspo.

“Iya, hari ini ada satu lagi warga Kabupaten Pasuruan berstatus Covid-19. Dia perempuan 40 tahun, dan punya kontak erat dengan pasien yang juga dari Puspo dan berstatus Covid-19 lebih dulu,” kata Anang dalam keterangan pers nya di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskannya, status positif Covid-19 pada perempuan tersebut adalah berdasarkan hasil swab yang keluar hari ini. Sedangkan pasien ini sudah masuk RSUD Bangil sejak 10 April 2020, tepatnya setelah Dinas Kesehatan dan Puskesmas Puspo melakukan tracing dan tracking terhadap riwayat kontak dan perjalanan dari pasien Puspo yang dinyatakan Positif Covid-19 per 10 April 2020. Kata Anang, meskipun Positif Covid-19, tapi pasien perempuan ini dalam kondisi stabil dan tanpa gejala.

“Pasien ini stabil kondisinya. Sampai hari ini terusi dipantai, obat dan vitamin juga telah diberikan, begitu pula asupan gizi juga sangat diperhatikan,” jelasnya.
Sementara itu, penambahan jumlah pasien positif Covid-19, juga diikuti dengan bertambahnya 1 lagi jumlah PDP (pasien dalam pengawasan), yakni dari 36 orang menjadi 37 orang.  Kata Anang, pasien tersebut merupakan perempuan (47), warga Kecamatan Gempol yang datang ke RSUD Bangil pada siang tadi, dengan keluhan nyeri, mual, batuk disertai sesak nafas.

“Kebetulan ada Comorbit atau penyakit penyerta yang dibawa oleh warga Gempol ini. Dia mengeluh nyeri, mual, dan batuk selama dua minggu, dan beberapa hari sesak nafas. Tapi, ternyata pasien ini punya kencing manis, dan datang ke RSUD Bangil,” terangnya.

Lebih lanjut Anang menjelaskan bahwa dari 37 pasien PDP, sebanyak 26 orang sudah sembuh dan meninggalkan rumah sakit setelah dinyatakan negative swab. Sedangkan 10 orang yang lain masih dirawat di RSUD Bangil.

Di sisi lain, jumlah ODP (orang dalam pemantauan) Covid-19 hingga Sabtu sore juga bertambah 2 orang. Yakni dari 155 orang menjadi 157 orang. 2 Tambahan warga tersebut berasal dari Kecamatan Gempol yang merupakan hasil tracing dan tracking petugas Dinas Kesehatan dan Puskesmas. (emil/anang Saiful Wijaya)
Share:

Sabtu, 11 April 2020

10 Kecamatan Di Kabupaten Pasuruan Berstatus Zona Merah Corona (COVID-19)


Pasuruan - Setelah tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan berstatus Zona Merah Virus Corona sejak Jumat (10/04/2020), kini dengan bertambahnya jumlah kasus pasien Positif Covid-19 hingga menjadi 10 orang, secara otomatis menambah jumlah kecamatan yang berstatus Zona Merah Corona.


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, Kesepuluh kecamatan berstatus Zona Merah adalah Kecamatan Bangil, Kraton,  Puspo, Lumbang, Beji, Gempol, Purwodadi, Gondangwetan, Prigen dan Rembang.
  

Zona Merah adalah daerah atau wilayah yang terdapat kasus positif Virus Corona. Dimana kesepuluh pasien yang dinyatakan Positif Covid-19 terdiri dari 7 laki-laki dari kecamatan Puspo, Bangil, Lumbang, Beji, Gempol, Purwodadi, dan Gondangwetan, serta 3 perempuan dari Kecamatan Kraton, Prigen dan memiliki keluarga di Kecamatan Rembang, tapi berKTP Jakarta.


Dijelaskan Anang, setelah ditelusuri, ketujuh pasien yang positif Covid-19  memiliki riwayat perjalanan yang berbeda. Beberapa pasien sebelumnya pernah mengikuti pelatihan di Surabaya. Ada juga yang sering pulang pergi Jakarta dan Pasuruan.


Sedangkan khusus perempuan dari Jakarta adalah pedagang sering bepergian ke Jakarta untuk urusan bisnis. Menurut Anang, warga Jakarta ini datang ke RSUD Bangil pada tanggal 28 Maret 2020 lalu, lantaran mengeluhkan sakit batuk, pilek disertai sesak nafas.


Ketika berada di RS Bangil, petugas medis langsung melakukan perawatan hingga kondisinya mengalami peningkatan yang sangat baik. Akan tetapi, selang tujuh hari kemudian, tepatnya 4 April 2020, perempuan tersebut memutuskan pulang paksa dan kembali ke Jakarta.


“Dia merasa sehat dan baik-baik saja setelah dirawat intensif oleh petugas medis RSUD Bangil, Tapi setelah tujuh hari memutuskan balik ke Jakarta, dan pulang paksa,” kata Anang, saat ditemui di Posko Informasi Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/04/2020) malam.


Di sisi lain, tak hanya zona merah yang harus diperhatikan betul oleh seluruh lapisan masyarakat. Di Kabupaten Pasuruan, setidaknya ada 8 kecamatan yang berstatus  Zona Kuning atau daerah yang terdapat pasien dalam pengawasan (PDP).


Kedelapan kecamatan tersebut diantaranya Pandaan, Sukorejo, Purwosari, Rejoso, Lekok, Tosari, Nguling, dan Grati. Dari seluruh kecamatan tersebut, Kecamatan Sukorejo dan Grati menyumbang paling banyak jumlah PDP. Yakni 2 orang, sedangkan ODP (orang dalam pemantauan)  di dua kecamatan tersebut tidak ada.


Sementara itu, hingga berita ini ditulis, 6 kecamatan masih berstatus Zona Hijau. Yakni Wonorejo, Kejayan, Winongan, Pasrepan, Tutur, dan Pohjentrek, . (emil)



Share:

Jumlah Kasus Pasien Positif Covid-19 Di Kabupaten Pasuruan Bertambah Menjadi 10 Orang



Pasuruan - Setelah 3 orang warga Kabupaten Pasuruan dinyatakan Positif Covid-19, kini jumlah pasien yang  dirawat di RSUD Bangil dan dinyatakan Positif Covid-19 hingga Sabtu (11/04/2020) petang bertambah menjadi 10 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, setidaknya ada 7 lagi tambahan warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19.  Mereka terdiri dari 5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Untuk 5 orang laki-laki berasal dari Kecamatan Lumbang, Beji, Gempol, Purwodadi, Gondangwetan. Sedangkan 2 orang perempuan berasal dari Prigen dan 1 Perempuan warga Ibukota Jakarta yang memiliki keluarga di Kecamatan Rembang.

Penambahan tujuh orang warga ini berasal dari hasil tes swab yang disampaikan Gugus Tugas Covid-19 Propinsi Jawa Timur, dan diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/04/2020) petang sekitar pukul 18.00 WIB.
“Hasil swab keluar dari Info Covid-19 Propinsi Jawa Timur yang kita terima pukul 6 sore tadi. Kami sangat prihatin mendengar kabar ini, tapi memang harus kami sampaikan kepada seluruh masyarakat,” kata Anang, saat ditemui di Posko Informasi Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskannya, ketujuh pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan yang berbeda. beberapa pasien sebelumnya pernah mengikuti pelatihan di Surabaya. Ada juga yang sering pulang pergi Jakarta dan Pasuruan.

Sedangkan khusus perempuan dari Jakarta adalah pedagang sering bepergian ke Jakarta untuk urusan bisnis. Menurut Anang, warga Jakarta ini datang ke RSUD Bangil pada tanggal 28 Maret 2020 lalu, lantaran mengeluhkan sakit batuk, pilek disertai sesak nafas.
Ketika berada di RS Bangil, petugas medis langsung melakukan perawatan hingga kondisinya mengalami peningkatan yang sangat baik. Akan tetapi, selang tujuh hari kemudian, tepatnya 4 April 2020, perempuan tersebut memutuskan pulang paksa dan kembali ke Jakarta.

“Dia merasa sehat dan baik-baik saja setelah dirawat intensif oleh petugas medis RSUD Bangil, Tapi setelah tujuh hari memutuskan balik ke Jakarta, dan pulang paksa,” tegasnya.
Dengan bertambahnya jumlah pasien yang positif Covid-19, Anang mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, atau bahkan takut berlebihan. Melainkan tetap berpikiran positif bahwasanya Corona atau Covid-19 (Corona Virus Disease) bisa dikalahkan dengan mengikuti seluruh anjuran dari Pemerintah. Yakni senantiasa menjalankan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) meliputi mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, makan makanan sehat dan bergizi, olahraga, minum air putih 8 gelas sehari, dan istirahat yang cukup.

Tak hanya itu saja, Anang juga meminta masyarakat untuk melaksanakan social and physical distancing (jaga jarak dan menghindari keramaian), memakai masker ketika berada di luar rumah serta selalu berada di rumah (stay at home) kecuali untuk keperluan yang bersifat mendesak, seperti kebutuhan pangan dan obat-obatan.

“Saya ajak seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk tidak panic, tapi kita harus selalu waspada. Karena Corona ini virus yang tak terlihat tapi pergerakannya sangat cepat dan bisa menyebar ke mana-mana. Untuk itu, saya minta semuanya untuk tetap berada di rumah demi dapat memutus rantai penyebaran Virus Corona ini. Kita jaga pola dan gaya hidup kita dengan menjaga kebersihan dan kesehatan. Jaga jarak minimal 1 meter, hindari keramaian, dan pakai masker kemana-mana, apalagi sampai mudik atau pulang kampung,” tegasnya

Terhadap keluarga para pasien Positif Corona, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasuruan terus melakukan tracing dan tracking. Tracing bertujuan untuk memastikan kontak erat, istilah untuk keluarga dan orang-orang yang selama ini berhubungan atau berkomunikasi dengan pasien. Sedangkan tracking lebih pada penelusuran terhadap riwayat perjalanan dari pasien itu sendiri. (emil/Anang Saiful Wijaya)



Share:

Total Tayangan Halaman

AGENDA